Rasanya tak enak…

Pernah gak rasanya kamu dibentuk sama Tuhan, yang jelas-jelas Tuhan taruh di tempat dimana kamu tidak menyukai hal tersebut? Atau Tuhan menaruh orang-orang yang di sekeliling kita yang kamu tidak suka atau kamu tidak nyaman dengan dia?

Mengapa?

Sebenarnya, Tuhan tahu kok, apa yang paling kamu tidak suka. Tetapi Tuhan justru menaruh kamu di tempat yang kamu tidak nyaman atau bertemu orang-orang yang kamu tidak suka. Dengan satu alasan ?

Dia ingin membentuk kamu.

Membentukku? Menggapa?

Tuhan tidak pernah membentukmu di Zona kenyamanan yang kamu miliki. Justru, Tuhan taruh di Zona yang bukan daerah “ Kenyamanan” mu.Menggapa? Yup, Tuhan itu paling tahu saat membentukmu. Mungkin rasanya Sakit. Tapi justru itulah yang membuat kamu menjadi semakin “ Cantik “ dimata Tuhan.

Dia berkata…

Justru disitulah letak “ Kasihku” kepadamu, anakku :) . karena aku membentukmu dengan Cintaku supaya kamu semakin serupa denganKU.

Yeremia 18 : 1-6

18:1Firman yang datang dari TUHAN kepada Yeremia, bunyinya:

18:2“Pergilah dengan segera ke rumah tukang periuk! Di sana Aku akan memperdengarkan perkataan-perkataan-Ku kepadamu.”

18:3Lalu pergilah aku ke rumah tukang periuk, dan kebetulan ia sedang bekerja dengan pelarikan.

18:4Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.

18:5Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku, bunyinya:

18:6“Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!

Jika kamu di tempatkan manapun atau bertemu dengan siapapun yang menurut kamu tidak nyaman atau berbagai masalah. Ingat satu hal , Tuhan memakain semua itu supaya kita semakin “ Cantik “ di hadapanya. Karena Dia begitu mencintai kita :)

God Bless You

Kasih adalah sebuah bentuk yang kita berikan tampa anda memikirkan siapa yang akan menjadi lawan bicara anda, Tampa  memikirkan status yang dia miliki, Tampa memikirkan seberapa banyak kepunyaan yang dia miliki. Hari Valentine boleh saja sudah berlalu, tetapi Kasih harus selalu senangtiasa kita lakukan setiap hari. Dan tentu saja hal yang paling terpenting adalah Kasih bukanlah sebuah ucapan saja melainkan butuh sebuah tindakan.

Tuhan Yesus sudah memberikan contoh kasih itu sendiri. Dia sudah menunjukkan dengan mati di kayu salib. Dia tidak hanya mengucapkan kasih itu tetapi Dia melakukannya dengan sebuah tindakan !  Kalau saja Tuhan hanya mengucapkannya saja tampa ada tindakan. Tentu saja kita sudah binasa oleh dosa-dosa kita.

Melalui teladan Tuhan Yesus, kita bisa melihat bahwa hal yang  terpenting dari sebuah kasih adalah sebuah tindakan.

Kasih itu muncul dari hati yang bersuka cita tampa adanya paksaan dalam memberi.

Seringkali kita sebagai manusia menjadi egois terhadap sekitar kita. Hal yang paling simpel, Apakah kita sering memberikan salam kepada Teman-teman kita, memperhatikan lingkungan sekitar kita. Coba deh, tanyakan bagaimana kabarnya atau sekedar menyapa Hi!. Atau memberikan motivasi kepada teman-teman anda yang membutuhkan dorongan Atau coba deh ajak nonton pembantu anda di rumah ke bioskop atau sekedar nonton bareng anda di rumah. Atau temani keluarga anda dalam menjalankan hobinya dan masih banyak lagi.

Kasih adalah seperti air bening yang akan menyirami hati setiap orang.
“ Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.”

1 Korintus  13:13

Teman-teman, Dunia semakin lama akan menjadi semakin egois, tapi kita sebagai anak-anaknya harus  terus menebarkan kasih. Pratekanlah kasih itu dimanapun anda berada! Kasih adalah benih yang akan anda tanam dalam setiap orang dan mereka akan melihat kasih Tuhan di dalam anda.

“ Meskipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan dan sekalipun dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku. Kasih itu sabar, kasih itu murah hati, ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. ia tidak bersuka cita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.Kasih tidak berkesudahan, nubuat akan berakhir, bahasa roh akan berhenti, pengetahuan akan lenyap.”

1 Korintus 13 : 1-8

Tuhan sudah membuktikanya, sekarang waktunya giliran anda menebarkan kasih itu.( DF)

God Bless You ! :D

Doa bukanlah sebuah kewajiban tetapi sebuah kebutuhan bagi setiap orang percaya. Doa adalah nafas bagi setiap orang percaya. Mengapa? Yah, berarti itu vital sekali. Ada Sebuah penelitian mengatakan, bahwa manusia dapat bertahan hidup tanpa makanan (hanya dengan minum) selama kurang lebih 40-60 hari tergantung daya tahan dan lemak yang ada di dalam tubuhnya. Dan manusia dapat bertahan hidup tanpa minum sekitar tiga hari. Tetapi manusia hanya bisa bertahan paling lama 8 menit saja, jika manusia tidak bernafas. Jadi bisa dibayangkan Hidup kita tampa Doa? Kita akan terasa kering.

Kolose 4:2, “Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur. Kata “ bertekun “ memiliki arti bahwa melakukan dengan disiplin dan tidak pernah bosan untuk melakukannya.

Doa adalah bagaikan sebuah vitamin. Bayangkan saja jika tubuh kita tidak mendapatkan vitamin. Tentu saja akan lemas, tidak bersemangat, dan mudah terserang penyakit. Dengan kita berdoa, Kita akan dikuatkan, dan menjadikan kita lebih dekat dengan diriNYA.

Tahukan anda ?Dia begitu rindu mendengar suara anda. Jangan jadikan alasan kesibukan anda sehingga membuat anda tidak berdoa. Tetapi, jadikan Doa sebagai gaya hidup dan sebagai sebuah kebutuhan yang paling utama dalam hidup anda

Teman-teman, ingat selalu untuk Stay Connected with GOD! :)

Dessy Franssisca

God Bless You

Tuhan tak melihat bertapa eksismu di gereja..


Tuhan tak melihat bertapa bagusnya pakaianmu yang kamu kenakan saat kamu melayani Dia…


Tuhan tak melihat parasmu ganteng atau cantik


Tuhan juga tak melihat berapa indahnya suaramu saat kamu bernyanyi, menari…


tapi Tuhan melihat dimana Hatimu berada.


Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati. (1 Samuel 16:7)


Suat di sore hari, saya biasa pulang menaiki bus. Dengan lelah dan mata yang sangat mengantuk. Rasanya ingin menggumel melihat orang lain di sisi kanan dan kiri saya menghisap rokok yang membuat mata dan pernapasan saya semakin sesak. Ada seorang pengamen, dengan pakain yang lusuh dan kotor. Dengan membawa sebuah gitar ditangannya. Pengamen tersebut mulai bernyanyi. Saya pikir, pengamen yah pengamen..lagunya pasti membuat saya tambah pusing dengan nyanyian yang dinyanyikan. Ups…saya salah menilai ketika pengamen tersebut mulai bernyanyi…saya lupa akan judul nyanyian tersebut. Tetapi, lagu tersebut tidak asing buat saya… Nyanyian yang begitu merdu dan membuat saya di sore hari tersebut menyadari dan diingatkan kembali akan pentingnya sebuah arti “ Pelayanan”.


Pelayanan ? Yah..pelayanan.Seringkali kita melupakan kalau sudah urusan Hati. Kita hanya ingin dilihat orang tampa kita mengingat akan apa yang menjadi Motivasi kita. Apa yang menjadi Motivasi anda saat melayani Tuhan ? Ingin dilihat manusia atau ingin menyenangkan hati Tuhan? Jika saya mengingat pengamen tersebut, Paras dan pakaian tidak ada bagus – bagusnya…, tapi lewat pengamen tersebut yang mau melayani dengan suaranya membuat saya mampu menulis ini. Pengamen tersebut menjadi berkat bagi penumpang bus seperti saya. Dia mengingatkan saya, apa arti sebuah pelayanan sebenarnya dan tentu saja, apa yang diinginkan Tuhan dari kita…


Tuhan ingin Hati anda..tidak lebih dari itu !


Biarlah ini bukan sekedar bacaan atau tulisan. Tapi mengingatkan kembali apa yang menjadi motivas anda dalam melayani Tuhan. (DF)


GOD BLESS YOU

- Dessy Franssisca-

Category: Renungan  One Comment

Apa yang menjadi tujuan hidup anda? “ Tanya seorang pendeta kepada jemaatnya. Ketika pertanyaan itu dilontarkan oleh seorang pendeta, saya hanya duduk terdiam. Pertanyaan itu seolah – olah membawa saya mengingat aktivitas 3 bulan belakangan ini. Saya merasa lelah dan jenuh dalam melakukan aktivitas.


Jika anda tidak merasakan kepuasan dan sukacita dengan apa yang anda kerjakan sekalipun fisik anda lelah berarti anda tidak memiliki tujuan hidup “. saya terkejut mendengar kata -kata yang diucapkan oleh pendeta tersebut. Saya sadar bahwa Tuhan sedang berbicara kepada saya dalam kebaktian tersebut. Tuhan menanyakan serius mengenai apa yang menjadi tujuan hidup saya.


Melihat panggilan hidup dari sudut Tuhan


Tuhan menciptakan kita dengan sengaja dan terencana ( Kej 1 : 26 -27 ) dan diciptakan dengan kemulian dan hormat ( Maz 8 : 4 – 9 )


Tuhan tidak main – main dalam menciptakan manusia. Dia sudah merencanakan semuanya. Pertanyaan nya apa yang menjadi tujuan Tuhan dalam membentuk manusia ?


Diciptakan untuk sebuah misi :


manusia diciptakan untuk sebuah misi ( Kel1 : 26 -27, 2 – 5 , 15 )

Dibentuk untuk sebuah Misi ( Yesaya 43 : 21 )

Ciptaan baru dalam Kristus ( II Kor 5 : 17 )


Diselematkan untuk sebuah misi


Untuk beritakan perbuatan besar dari DIA ( 1 Pet 2 : 9 )

Untuk Pekerjaan baik ( Efesus 2 : 10 )


Mengapa sebuah Tujuan hidup merupakan sebuah hal yang amat penting dalam menjalani hidup?


Karena kejelasan misi dalam hidup kita akan membuat hidup lebih efektif dan bermakna. Dan saya sendiri merasakan hidup tanpa sebuah tujuan hidup. Saya merasakan hidup saya dalam menjalani hari – hari yang saya lewati seperti tidak bermakna. Saya menjadi jenuh dalam menjalani aktivitas pekerjaan saya. Hasil pekerjaan saya menjadi menurun drastis. Saya tidak memenuhi target dalam pekerjaan saya.


Pendeta tersebut melanjutkan pertanyaan nya kepada seorang remaja yang duduk di kebaktian tersebut


Apa cita – cita mu ? ” tanya pendeta tersebut .


Dokter “


Dokter hanyalah sebuah alat atau sarana untuk mengapai cita -cita. Cita – cita haruslah apa yang anda akan tuju misalnya untuk menyembuhkan orang sakit “


Mengapa demikian ?


Jika anda hanya memiliki cita -cita sebagai dokter, setelah anda selesai belajar untuk menjadi seorang Dokter. Tujuan anda akan selesai! Karena anda hanya bercita – cita menjadi seorang dokter. Tetapi jika cita -cita anda untuk menyembuhkan orang sakit, maka tidak akan pernah padam. Anda akan selalu memiliki Tujuan yang anda harus kejar.


Panggilan Allah


  1. Allah berdaulat mutlak memanggil siapa dan caranya memanggil

  2. Allah memanggil untuk menjadi mitra-Nya

  3. Allah memakai hamba-Nya sesuai potensi

  4. Memanggil yang dipercaya dan dianggap mampu

Ketika kita sudah mengetahui apa yang menjadi Tujuan hidup kita, kita perlu memperhatikan sikap kita yaitu


  1. Hidup sesuai panggilannya.

  2. Memepertangungjawabkan kepada Tuhan

  3. Tetap rendah hati

  4. Terus mengembangkan diri

Bagaiman caranya agar kita mengetahui apa itu merupakan panggilan kita?


  1. Terus dikejar oleh perasaan terpanggil itu

  2. Panggilan terdengar semakin kuat

  3. Tak berdaya mengelak

  4. semakin menyenangi

  5. Semakin berhasil

Apa yang Tuhan inginkan dalam menjalani setiap Tujuan hidup kita ?


Menjadi teladan

Ikutilah Teladanku (Fil 3 : 17 )


Mengapa ? Karena memang merupakan perintah dari Tuhan Yesus sendiri ( Yohanes 13 : 15 )

Setiap Orang yang menerima kristus dipanggil menjadi teladan.


Syarat menjadi teladan adalah tinggal di dalam kristus (Yoh 15 : 4 ) yang berarti percaya dan menggantungkan diri kepada kristus.


Bagaimana menjadi teladan?


Tekun belajar Firman ( Yoh 15 : 7 )


Apa yang ditelandankan ? Tentu saja , Sikap hidup kita dan perkataan kita.


Syarat utama keteladanan adalah Intergritas.


Tuhan ingin saya dan anda memiliki tujuan hidup. Tentu saja tujuan tersebut dapat memberikan teladan bagi banyak orang . Tujuan yang jelas akan membawa hidup kita lebih bermakna.jadi, apa Tujuan hidup anda? Teruslah bersemangat dalam mengapai semua tujuan hidup anda.


Sumber Bahan : Bpk. Arliyanus Larosa M.TH

Retreat “ Menjadi Teladan Bagi Semua Orang “

GKI Kavling Polri

Prangsangka Buruk atau saya lebih sering menyebutnya
“ Negative
Thinking “ seringkali menghingapi pikiran saya. Seringkali saya suka menebak-nebak “ Dia kok begitu banget yah? Jutek banget sama saya ! Dia pasti sebel sama saya…”. Kesukaan saya yang suka berprasangka buruk itu akhirnya menutup diri saya untuk berteman. Dan tentu saja bisa ditebak, saya lebih suka menarik diri dan menjadi autis karena ketakutan saya dengan sekeliling saya yang akan membicarakan saya, padahal itu hanya asumsi saya saja. Pada kenyataan teman saya masih menerima saya dan memperhatikan saya.


Hari ini, Tuhan memberikan teguran yang halus kepada saya, agar saya dapat mengubah itu. Entah kenapa, padahal jam di tangan saya sudah mengharuskan saya pergi dari rumah untuk berangkat ke kantor. Tapi hati ini, terus berbicara dan mendorong saya untuk segera bersaat teduh “ Coba deh buka buku renungan itu “. “ Iya, Tuhan. Saya tahu hari ini saya tidak saat teduh bersama Tuhan “ ucapku sambil meminta maaf ke pada Tuhan. Akhirnya saya membuka alkitab dan membuka renungan harian. Ketika saya mulai membaca Judulnya “ Prasangka Buruk “…Uppsss…sepertinya Tuhan mengetahui pikiranku.


Salah satu bagian dalam isi renungan harian yang menyadariku yaitu

Kristus meminta kita menjadi orang yang membawa pengaruh dalam hidup sesama. Bagai garam yang memberi rasa. Bagai terang yang membuat orang bisa melihat seperti apa Yesus itu. Namun, terang dalam diri kita bisa pudar jika hati kita dipenuhi prasangka buruk. Prasangka menciptakan ketakutan. Rasa takut membuat kita menutup diri.


Belakangan hari ini, saya sedang“ Negative Thinking “ lagi dengan teman-temanku…

Kenapa yah dengan mereka, sepertinya menjauhi saya dan tidak ingin berteman dengan saya …?“ dan pikiran itu terus mencengkram saya. Sehingga membuat saya terus memikirkan dan membuat saya mengurungkan diri untuk tidak saat teduh. “Aw! Kena Jackpot deh sama Tuhan” Ucapku dalam hati.


Selama ini,hati saya dipenuhi prasangka buruk dan prasangka itu menciptakan ketakutan dan membuat saya selama ini menutup diri saya. Yang membuat akhirnya, diri saya menjadi tidak berkembang.


Thanks GOD, ucapku! Ternyata Tuhan menyayangiku, Dia tidak ingin sampai saya menutup diri dan sampai tidak memiliki teman. Maka dari itu, Dia menegurku dengan halus pagi ini. Dia tahu, bahwa inilah yang selalu menghambat dan membuat semuanya tidak berjalan dengan lancar.


Renungan Harian yang ditulis oleh Juswantori Ichwan menekankan kita agar belajar berpikir


Positif Thinking” Bangunlah jembatan, bukan tembok. Anda akan mampu menjadi garam dan terang.


Dalam Matius 5 : 13-16


(13) Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.


(14)Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.


(15)Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.

(16) Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.

Sering kali, Kita berprasangka buruk terhadap orang lain.. Padahal, belum tentu mereka seburuk yang Anda bayangkan. Pada hari ini Tuhan ingin saya dan anda , menjadi garam dan terang. Agar mereka bisa melihat perbuatan kita yang baik dan memuliakan Bapa di surga.

Sumber : Juswantori Ichwan [www.renunganharian.net]

PRASANGKA BAIK MEMAMPUKAN ANDA MENJANGKAU SESAMA

PRASANGKA BURUK MEMENJARAKAN ANDA DARI MEREKA

Category: Renungan  4 Comments

Tiap Komponen produk nasional mencerminkan macam pengunaan hasil produksi yang dihasilkan oleh perekonomian. Dari segi lain dapat pula dikatakan bahwa tiap komponen menunjukkan besarnya pengeluaran atau expenditure dari masing-masing sektor perekonomian.

Ada 4 sektor setiap perkenomian bangsa yaitu

  1. Sektor keluarga, yang biasa disebut sektor Konsumen, household sector atau personal sector
  2. Sektor perusahaan, yang biasa disebut sektor produsen atau business sector
  3. Sektor Pemerintah, yang biasa juga disebut goverment sector, dan
  4. Sektor Perdangangan luar negeri atau foreign trade sector

Sektor swasta terbentuk oleh karena kedua faktor pertama Sektor keluarga dan sektor perusahaan.

Pengeluaran yang dilakukan oleh keluarga disebut pengeluaran konsumsi atau consumption Expenditure

Pengeluaran perusahaan yang merupakan komponen produk nasional ialah pengeluaran investasi atau investment Expenditure.

Pengeluaran yang dilakukan oleh sektor pemerintah yang langsung turut dalam pembentukan produk nasioanal berupa pengeluaran pemerintah, ialah pengeluaran pembelian pemerintah.

Komponen produk nasional yang berasal luar negeri ialah variabel ekonomi ekspor netto.

A. Pengeluaran Konsumsi (C)

Pengeluaran konsumsi atau private consumption expenditure meliputi semua pengeluaran rumah-rumah tangga keluarga dan perseorangan serta lembaga-lembaga swasta bukan perusahaan untuk membeli barang-barang dan jasa-jasa yang langsungn dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Contoh pembelian barang yang tahan lama yang baru seperti Truk, Televisi, Sepeda motor selain bangunan rumah tergolong sebagai variabel ekonomi pengeluaran konsumsi.

B. Pengeluaran Investasi ( I )

Pengeluaran investasi domestik bruto atau gross private domestic investment meruapakan sebutan lengkap dari variabel ekonomi agregatif. Variabel ekonomi ini meliputi semua pengeluaran domestik yang dilakukan oleh sektor swasta untuk mendirikan bangunan-bangunan baru, mesin-mesin baru beserta perlengkapannya dan perubahan jumlah berbagai macam persediaan perusahaan

C. Pengeluaran Pembelian Pemerintah ( G )

Pengeluaran Pemerintah untuk barang dan jasa atau goverment purchase of goods and services yang sering disingkat pengeluaran pemerintah atau goverment expenditure.

Pengeluaran-pengeluaran pemerintah seperti misalnya pembayaran pensiun, bea siswa,subsidi dalam berbagai bentuknya, dan berbagai macam bantuan finansial yang diberikan kepada sekor swasta tidak dapat dimasukkan ke dalam kategori ini, melainkan harus dimasukkan ke dalam transfer (Tr).

D. Ekspor Netto ( X-M)

Variabel Ekonomi agregat ini merupakan hasil pengurangan nilai total impor (M) terhadap nilai total ekspor (X). Jika neraca perdangangan dalam keadaan pasif, dimana nilai impor barang dan jasa lebih besar bertanda positif daripada nilai ekspor barang jasa, maka nilai ekspor netto bertanda negatif.

bentuk kesamaan matematik yang dapat kita sebut sebagai kesamaan produk nasional atau national product identity

Y = C+ I+ G+( X – M )

Category: Bisnis  Leave a Comment

Hal-hal yang diperlukan seorang penjual ?

  1. Menghemat Waktu

  2. Berbicara yang perlu

  3. Tepat pada sasaran

  4. Meraih omzet terbanyak dengan cepat

  5. Mendorong pembeli cepat mengambil keputusan

  6. Menyediakan produk dengan tepat

  7. Meningkatkan jumlah kunjungan

  8. Meningalkan konsumen tampa sakit hati

  9. Menutup Penjualan :

Win-win Solution, jika anda mempergunakan dengan win-win solution, kedatangan anda pasti ditungu-tunggu oleh konsumen setiap saat, tetapi yang harus diingat sering kali salesman melakukan penjualan dengan cara hit dan run, sehingga bila ada kekecewaan di pihak konsumen, seorang konsumen tak dapat berbuat apa-apa, INILAH YANG MEMBUAT CITRA BURUK BAGI PENJUAL


Semua isi dunia ini adalah ibarat sebuah gudang dan semua orang adalah penjualnya, maka dari itu semua orang berusaha memindahkan isi pikirannya kedalam kepala orang” Arthur Brisbane

Category: Bisnis  Leave a Comment

Bisnis tidak mungkin berjalan, jika tidak ada konsumen yang mengunakan produk atau jasa yang dibuat dan ditawarkan oleh bisnis. Dalam hal ini tentu saja tidak cukup, bila konsumen tampil satu kali saja pada saat bisnis dimulai. Supaya berkesinambungan , perlulah konsumen yang secara teratur memakai serta membeli produk atau jasa tersebut dan dengan demikian menjadi pelanggan.

Peter Druncker, perintis teori Manajemen :peranan sentral pelanggan atau konsumen dengan menandaskan bahwa maksud bisnis adalah bias didenifisikan secara tepat sebagai to create customer.

Konsumen harus diperlakukan dengan baik secara moral, tidak hanya saja merupakan tuntutan etis, melainkan syarat mutlak untuk mencapai keberhasilan dalam bisnis. Etika dalam pratek bisnis sejalan dengan kesuksesan dalam berbisnis

Posisi konsumen sering kali agak lemah, mengapa bisa demikian ?

  1. Daya belinya seringkali tidak seperti diinginkan , sehingga ia tidak sanggup mengungkapkan preferensinya yang sesunguhnya. Apa yang pada kenyataan dibeli konsumen, belum tentu sama dengan apa yang sebenarnya ingin dibelinya.

  2. Pengetahuan tentang produk atau jasa yang tersedia di pasaran kerap kali tidak cukup untuk mengambil keputusan yang tepat.

  3. Konsumen tidak mempunyai keahlian maupun waktu untuk secara seksama menyelidiki tepat tidaknya mutu dan harga dari begitu banyak produk yang ditawarkan.

Oleh karena itu bisnis mempunyai kewajiban moral untuk melindungi konsumen dan menghindari terjadinya kerugian baginya.

Perhatian untuk konsumen

1.Hak atas keamanan.

Konsumen berhak atas produk yang aman, artinya produk yang tidak mempunyai kelsahan teknis atau kesalahan lainnya yang bisa merugikan kesehatannya atau membahayakan hidupnya.

Bila sebuah produk karena hakikatnya selalu mengandung resiko

Contohnya: gergaji listrik-risiko itu harus dibatasi sampai tingkat seminimal mungkin.

2.Hak atas informasi

Konsumen berhak mengetahui segala informasi yang relevan mengenai produk yang dibelinya, baik apa sesunguhnya produk itu, maupun bagaimana caranya memakainya, maupun juga resiko yang menyertai pemakainnya.

Contohnya pada label sebuah produk haruslah benar: isinya,beratnya,tanggal kadaluarsa, ciri-ciri khusus dan sebagainya.

3.Hak untuk mendengarkan

Konsumen berhak untuk memilih pelbagai produk dan jasa yang ditawarkan. Kualitas dan harga produk bisa berbeda. Konsumen berhak untuk membandingkan, sebelum mengambil keputusan untuk membeli.

4.Hak Lingkungan hidup

Konsumen berhak menuntut bahwa dengan memanfatkan produk ia tidak akan mengurangi kualitas kehidupan di bumi ini. Dengan kata lain, ia berhak bahwa produk itu ramah lingkungan

5.Hak konsumen untuk pendidikan

Konsumen juga mempunyai hak juga untuk secara positif dididik ke arah itu. Terutama di sekolah dan melalui media massa, masyarakat harus dipersiapkan menjadi konsumen yang kritis dan sadar akan haknya. Dengan demikian ia sanggup memberikan sumbangan yang berarti kepada mutu kehidupan ekonomi dan mutu bisnis pada umunya.

Tanggung jawab bisnis untuk menyediakan produk yang aman.

Dalam literatur etika bisnis amerika, topik ini disebut product liability. Dimana apakah produsen bertanggung jawab, bila produknya mengakibatkan kerugian bagi konsumen dan kalau memang begitu, apa yang menjadi dasar teoritas untuk tanggung jawab tersebut. Jadi apakah suatu produk yang baru dibeli dan dipakai, produsen maupun konsumen masing-masing mempunyai tanggung jawab.

Untuk mendasarkan tanggung jawab produsen, telah dikemukan tiga teori yang mengandung nuansa yang berbeda:

1. Teori Kontrak

Hubungan antara produsen dan konsumen sebaiknya dilihat sebagai sebagai semacam kontrak dan kewajiban produsen terhadap konsumen di dasarkan atas kontrak itu. Jika konsumen membeli sebuah produk, ia seolah-olah mengadakan kontrak dengan perusahaan yang menjualnya.

Pandangan kontrak ini sejalan dengan pepatah Romawi Kuno yang berbunyi “caveat emtor “,” hendaklah si pembeli berhati-hati”. Sebagaimana sebelunya menandatangani sebuah kontrak, kita harus membaca dengan teliti seluruh teksnya,termasuk huruf-huruf terkecil sekalipun demikian juga si pembeli dengan hati-hati harus mempelajari keadaan produk serta ciri-cirinya, sebelum dia membayar ia menjadi pemiliknya. Transaksi jual-beli harus dijalankan sesuai dengan apa yang tertera dalam kontrak itu dan hak pembeli maupun kewajiban penjual memperoleh dasarnya dari situ.

2. Teori Perhatian Semestinya

Pandangan ini menyatakan bahwa konsumen selalu ada di posisi lemah, karena produsen mempunyai jauh lebih banyak pengetahuan dan pengalaman tentang produk yang tidak dimiliki oleh konsumen. Kepentingan konsumen disini dinomorsatukan. Karena Produsen berada dalam posisi yang lebih kuat dalam menilai produk , ia mempunyai kewajiban menjaga agar si konsumen tidak mengalami kerugiandari produk yang dibelinya. Produsen bertanggung jawab atas kerugian yang dialami si konsumen dengan memakai produk, walaupun tanggung jawab itu tidak tertera dalam kontrak jual-beli.

3. Teori Biaya Sosial

Teori Biaya sosial menegaskan bahwa produsen bertanggung jawab atas semua kekurangan produsen dan setiap kerugian yang dialami konsumen dalam memakai produk tersebut. Hal ini berlaku juga, jika produsen sudah mengambil semua tindakan yang semestinya dalam merancang serta memproduksinya produk bersangkutan atau jika mereka sudah memperingatkan konsumen tentang risiko yang berkaitan dengan pemakain produk

Kesimpulannya bahwa teori pertama dan kedua paling penting sebagai pendasaran moral bagi tanggung jawab produsen.


Category: Bisnis  Comments off

“THE Ant and the Grasshopper,” a fable by Aesop, provides a moral lesson about hard work and saving.

During the warm months, the ant worked hard to store up food for the winter while the grasshopper sang and played.

When winter arrived, the grasshopper asked the ant for food because it had none. In today’ world, China is like the ant and America is like the grasshopper.

America tends to focus on enjoying today instead of preparing for tomorrow. This trait has led to a nation of debtors. And, like the grasshopper, our lack of savings may lead to our demise.

The grasshopper’s indulgence only affected its own life and not the lives of others. In America, however, that is not the case. America’ indulgence will negatively affect future generations in the form of debt.

America’ federal debt is almost US$14 trillion and rapidly rising. Yet the government is still spending more money than it collects in taxes.

For the 2010 budget year, it spent about US$1.3 trillion more than it collected – the second-largest deficit in American history. For the 2009 budget year, it spent roughly US$1.4 trillion more than it collected – the largest deficit in American history.

If we don’t pay down the federal debt, our children and grandchildren will end up paying for our excesses plus compound interest.

Part of the American Dream is making life better for future generations. A recent poll by Bloomberg found that a majority of Americans are not confident or are just somewhat confident their children will have better lives than they have.

While the American Dream is eroding, members of Congress fail to cut spending that would reduce our deficits and debt, and thus we continue to sing and play like the grasshopper.

America used to invest in the future. From highways to high-rises, we used to build stuff that was the envy of the world. Now we mostly consume.

Meanwhile, China is busy storing up food for the winter. China tends to focus on preparing for tomorrow instead of enjoying today. This trait has led to a nation of creditors. And, like the ant, their savings will help them survive.

When comparing net national savings as a proportion of Gross National Income from the mid-1990s to 2005, American savings decreased from over 5 percent to nearly zero and Chinese savings increased from roughly 30 percent to almost 45 percent.

In Aesop’s fable, the grasshopper asked the ant for some of the food it saved but the ant refused. In the metaphor I’m using here, however, China is lending America some of its savings – with interest, of course. In fact, China is the largest foreign lender to America.

We’ve been borrowing money from China at very low interest rates to finance our current account deficit. China’s savings helped to finance America’s debt habit.

China has currency reserves of US$2.5 trillion, of which roughly 70 percent are dollar-denominated. The Chinese are exposed and will lose if the purchasing power of the dollar falls and/or the price of US government bonds fall.

The grasshopper’s problems now threaten the ant.

Because America is experiencing record-high budget deficits and appears to be on an unsustainable fiscal course, the Chinese have been gradually reducing their exposure by cutting back their holdings of US Treasuries and diversifying in other nations’ bonds. But it is not likely they will make dramatic reductions because they need a strong American dollar.

Kenneth Lieberthal, a senior fellow specializing in China at the Brookings Institution, recently said: “I don’t think we’re going to see any massive flight from China’s holdings of US debt. That would be self-defeating and they well recognize that.” However, other nations could also become nervous and reduce their holdings of US Treasuries.

Sumber :

http://www.shanghaidaily.com/article/?id=456742&type=Opinion

Category: Article  Leave a Comment