Archive for the Category »Renungan «

Rasanya tak enak…

Pernah gak rasanya kamu dibentuk sama Tuhan, yang jelas-jelas Tuhan taruh di tempat dimana kamu tidak menyukai hal tersebut? Atau Tuhan menaruh orang-orang yang di sekeliling kita yang kamu tidak suka atau kamu tidak nyaman dengan dia?

Mengapa?

Sebenarnya, Tuhan tahu kok, apa yang paling kamu tidak suka. Tetapi Tuhan justru menaruh kamu di tempat yang kamu tidak nyaman atau bertemu orang-orang yang kamu tidak suka. Dengan satu alasan ?

Dia ingin membentuk kamu.

Membentukku? Menggapa?

Tuhan tidak pernah membentukmu di Zona kenyamanan yang kamu miliki. Justru, Tuhan taruh di Zona yang bukan daerah “ Kenyamanan” mu.Menggapa? Yup, Tuhan itu paling tahu saat membentukmu. Mungkin rasanya Sakit. Tapi justru itulah yang membuat kamu menjadi semakin “ Cantik “ dimata Tuhan.

Dia berkata…

Justru disitulah letak “ Kasihku” kepadamu, anakku :) . karena aku membentukmu dengan Cintaku supaya kamu semakin serupa denganKU.

Yeremia 18 : 1-6

18:1Firman yang datang dari TUHAN kepada Yeremia, bunyinya:

18:2“Pergilah dengan segera ke rumah tukang periuk! Di sana Aku akan memperdengarkan perkataan-perkataan-Ku kepadamu.”

18:3Lalu pergilah aku ke rumah tukang periuk, dan kebetulan ia sedang bekerja dengan pelarikan.

18:4Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.

18:5Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku, bunyinya:

18:6“Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!

Jika kamu di tempatkan manapun atau bertemu dengan siapapun yang menurut kamu tidak nyaman atau berbagai masalah. Ingat satu hal , Tuhan memakain semua itu supaya kita semakin “ Cantik “ di hadapanya. Karena Dia begitu mencintai kita :)

God Bless You

Kasih adalah sebuah bentuk yang kita berikan tampa anda memikirkan siapa yang akan menjadi lawan bicara anda, Tampa  memikirkan status yang dia miliki, Tampa memikirkan seberapa banyak kepunyaan yang dia miliki. Hari Valentine boleh saja sudah berlalu, tetapi Kasih harus selalu senangtiasa kita lakukan setiap hari. Dan tentu saja hal yang paling terpenting adalah Kasih bukanlah sebuah ucapan saja melainkan butuh sebuah tindakan.

Tuhan Yesus sudah memberikan contoh kasih itu sendiri. Dia sudah menunjukkan dengan mati di kayu salib. Dia tidak hanya mengucapkan kasih itu tetapi Dia melakukannya dengan sebuah tindakan !  Kalau saja Tuhan hanya mengucapkannya saja tampa ada tindakan. Tentu saja kita sudah binasa oleh dosa-dosa kita.

Melalui teladan Tuhan Yesus, kita bisa melihat bahwa hal yang  terpenting dari sebuah kasih adalah sebuah tindakan.

Kasih itu muncul dari hati yang bersuka cita tampa adanya paksaan dalam memberi.

Seringkali kita sebagai manusia menjadi egois terhadap sekitar kita. Hal yang paling simpel, Apakah kita sering memberikan salam kepada Teman-teman kita, memperhatikan lingkungan sekitar kita. Coba deh, tanyakan bagaimana kabarnya atau sekedar menyapa Hi!. Atau memberikan motivasi kepada teman-teman anda yang membutuhkan dorongan Atau coba deh ajak nonton pembantu anda di rumah ke bioskop atau sekedar nonton bareng anda di rumah. Atau temani keluarga anda dalam menjalankan hobinya dan masih banyak lagi.

Kasih adalah seperti air bening yang akan menyirami hati setiap orang.
“ Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.”

1 Korintus  13:13

Teman-teman, Dunia semakin lama akan menjadi semakin egois, tapi kita sebagai anak-anaknya harus  terus menebarkan kasih. Pratekanlah kasih itu dimanapun anda berada! Kasih adalah benih yang akan anda tanam dalam setiap orang dan mereka akan melihat kasih Tuhan di dalam anda.

“ Meskipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan dan sekalipun dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku. Kasih itu sabar, kasih itu murah hati, ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. ia tidak bersuka cita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.Kasih tidak berkesudahan, nubuat akan berakhir, bahasa roh akan berhenti, pengetahuan akan lenyap.”

1 Korintus 13 : 1-8

Tuhan sudah membuktikanya, sekarang waktunya giliran anda menebarkan kasih itu.( DF)

God Bless You ! :D

Doa bukanlah sebuah kewajiban tetapi sebuah kebutuhan bagi setiap orang percaya. Doa adalah nafas bagi setiap orang percaya. Mengapa? Yah, berarti itu vital sekali. Ada Sebuah penelitian mengatakan, bahwa manusia dapat bertahan hidup tanpa makanan (hanya dengan minum) selama kurang lebih 40-60 hari tergantung daya tahan dan lemak yang ada di dalam tubuhnya. Dan manusia dapat bertahan hidup tanpa minum sekitar tiga hari. Tetapi manusia hanya bisa bertahan paling lama 8 menit saja, jika manusia tidak bernafas. Jadi bisa dibayangkan Hidup kita tampa Doa? Kita akan terasa kering.

Kolose 4:2, “Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur. Kata “ bertekun “ memiliki arti bahwa melakukan dengan disiplin dan tidak pernah bosan untuk melakukannya.

Doa adalah bagaikan sebuah vitamin. Bayangkan saja jika tubuh kita tidak mendapatkan vitamin. Tentu saja akan lemas, tidak bersemangat, dan mudah terserang penyakit. Dengan kita berdoa, Kita akan dikuatkan, dan menjadikan kita lebih dekat dengan diriNYA.

Tahukan anda ?Dia begitu rindu mendengar suara anda. Jangan jadikan alasan kesibukan anda sehingga membuat anda tidak berdoa. Tetapi, jadikan Doa sebagai gaya hidup dan sebagai sebuah kebutuhan yang paling utama dalam hidup anda

Teman-teman, ingat selalu untuk Stay Connected with GOD! :)

Dessy Franssisca

God Bless You

Tuhan tak melihat bertapa eksismu di gereja..


Tuhan tak melihat bertapa bagusnya pakaianmu yang kamu kenakan saat kamu melayani Dia…


Tuhan tak melihat parasmu ganteng atau cantik


Tuhan juga tak melihat berapa indahnya suaramu saat kamu bernyanyi, menari…


tapi Tuhan melihat dimana Hatimu berada.


Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati. (1 Samuel 16:7)


Suat di sore hari, saya biasa pulang menaiki bus. Dengan lelah dan mata yang sangat mengantuk. Rasanya ingin menggumel melihat orang lain di sisi kanan dan kiri saya menghisap rokok yang membuat mata dan pernapasan saya semakin sesak. Ada seorang pengamen, dengan pakain yang lusuh dan kotor. Dengan membawa sebuah gitar ditangannya. Pengamen tersebut mulai bernyanyi. Saya pikir, pengamen yah pengamen..lagunya pasti membuat saya tambah pusing dengan nyanyian yang dinyanyikan. Ups…saya salah menilai ketika pengamen tersebut mulai bernyanyi…saya lupa akan judul nyanyian tersebut. Tetapi, lagu tersebut tidak asing buat saya… Nyanyian yang begitu merdu dan membuat saya di sore hari tersebut menyadari dan diingatkan kembali akan pentingnya sebuah arti “ Pelayanan”.


Pelayanan ? Yah..pelayanan.Seringkali kita melupakan kalau sudah urusan Hati. Kita hanya ingin dilihat orang tampa kita mengingat akan apa yang menjadi Motivasi kita. Apa yang menjadi Motivasi anda saat melayani Tuhan ? Ingin dilihat manusia atau ingin menyenangkan hati Tuhan? Jika saya mengingat pengamen tersebut, Paras dan pakaian tidak ada bagus – bagusnya…, tapi lewat pengamen tersebut yang mau melayani dengan suaranya membuat saya mampu menulis ini. Pengamen tersebut menjadi berkat bagi penumpang bus seperti saya. Dia mengingatkan saya, apa arti sebuah pelayanan sebenarnya dan tentu saja, apa yang diinginkan Tuhan dari kita…


Tuhan ingin Hati anda..tidak lebih dari itu !


Biarlah ini bukan sekedar bacaan atau tulisan. Tapi mengingatkan kembali apa yang menjadi motivas anda dalam melayani Tuhan. (DF)


GOD BLESS YOU

- Dessy Franssisca-

Category: Renungan  One Comment

Apa yang menjadi tujuan hidup anda? “ Tanya seorang pendeta kepada jemaatnya. Ketika pertanyaan itu dilontarkan oleh seorang pendeta, saya hanya duduk terdiam. Pertanyaan itu seolah – olah membawa saya mengingat aktivitas 3 bulan belakangan ini. Saya merasa lelah dan jenuh dalam melakukan aktivitas.


Jika anda tidak merasakan kepuasan dan sukacita dengan apa yang anda kerjakan sekalipun fisik anda lelah berarti anda tidak memiliki tujuan hidup “. saya terkejut mendengar kata -kata yang diucapkan oleh pendeta tersebut. Saya sadar bahwa Tuhan sedang berbicara kepada saya dalam kebaktian tersebut. Tuhan menanyakan serius mengenai apa yang menjadi tujuan hidup saya.


Melihat panggilan hidup dari sudut Tuhan


Tuhan menciptakan kita dengan sengaja dan terencana ( Kej 1 : 26 -27 ) dan diciptakan dengan kemulian dan hormat ( Maz 8 : 4 – 9 )


Tuhan tidak main – main dalam menciptakan manusia. Dia sudah merencanakan semuanya. Pertanyaan nya apa yang menjadi tujuan Tuhan dalam membentuk manusia ?


Diciptakan untuk sebuah misi :


manusia diciptakan untuk sebuah misi ( Kel1 : 26 -27, 2 – 5 , 15 )

Dibentuk untuk sebuah Misi ( Yesaya 43 : 21 )

Ciptaan baru dalam Kristus ( II Kor 5 : 17 )


Diselematkan untuk sebuah misi


Untuk beritakan perbuatan besar dari DIA ( 1 Pet 2 : 9 )

Untuk Pekerjaan baik ( Efesus 2 : 10 )


Mengapa sebuah Tujuan hidup merupakan sebuah hal yang amat penting dalam menjalani hidup?


Karena kejelasan misi dalam hidup kita akan membuat hidup lebih efektif dan bermakna. Dan saya sendiri merasakan hidup tanpa sebuah tujuan hidup. Saya merasakan hidup saya dalam menjalani hari – hari yang saya lewati seperti tidak bermakna. Saya menjadi jenuh dalam menjalani aktivitas pekerjaan saya. Hasil pekerjaan saya menjadi menurun drastis. Saya tidak memenuhi target dalam pekerjaan saya.


Pendeta tersebut melanjutkan pertanyaan nya kepada seorang remaja yang duduk di kebaktian tersebut


Apa cita – cita mu ? ” tanya pendeta tersebut .


Dokter “


Dokter hanyalah sebuah alat atau sarana untuk mengapai cita -cita. Cita – cita haruslah apa yang anda akan tuju misalnya untuk menyembuhkan orang sakit “


Mengapa demikian ?


Jika anda hanya memiliki cita -cita sebagai dokter, setelah anda selesai belajar untuk menjadi seorang Dokter. Tujuan anda akan selesai! Karena anda hanya bercita – cita menjadi seorang dokter. Tetapi jika cita -cita anda untuk menyembuhkan orang sakit, maka tidak akan pernah padam. Anda akan selalu memiliki Tujuan yang anda harus kejar.


Panggilan Allah


  1. Allah berdaulat mutlak memanggil siapa dan caranya memanggil

  2. Allah memanggil untuk menjadi mitra-Nya

  3. Allah memakai hamba-Nya sesuai potensi

  4. Memanggil yang dipercaya dan dianggap mampu

Ketika kita sudah mengetahui apa yang menjadi Tujuan hidup kita, kita perlu memperhatikan sikap kita yaitu


  1. Hidup sesuai panggilannya.

  2. Memepertangungjawabkan kepada Tuhan

  3. Tetap rendah hati

  4. Terus mengembangkan diri

Bagaiman caranya agar kita mengetahui apa itu merupakan panggilan kita?


  1. Terus dikejar oleh perasaan terpanggil itu

  2. Panggilan terdengar semakin kuat

  3. Tak berdaya mengelak

  4. semakin menyenangi

  5. Semakin berhasil

Apa yang Tuhan inginkan dalam menjalani setiap Tujuan hidup kita ?


Menjadi teladan

Ikutilah Teladanku (Fil 3 : 17 )


Mengapa ? Karena memang merupakan perintah dari Tuhan Yesus sendiri ( Yohanes 13 : 15 )

Setiap Orang yang menerima kristus dipanggil menjadi teladan.


Syarat menjadi teladan adalah tinggal di dalam kristus (Yoh 15 : 4 ) yang berarti percaya dan menggantungkan diri kepada kristus.


Bagaimana menjadi teladan?


Tekun belajar Firman ( Yoh 15 : 7 )


Apa yang ditelandankan ? Tentu saja , Sikap hidup kita dan perkataan kita.


Syarat utama keteladanan adalah Intergritas.


Tuhan ingin saya dan anda memiliki tujuan hidup. Tentu saja tujuan tersebut dapat memberikan teladan bagi banyak orang . Tujuan yang jelas akan membawa hidup kita lebih bermakna.jadi, apa Tujuan hidup anda? Teruslah bersemangat dalam mengapai semua tujuan hidup anda.


Sumber Bahan : Bpk. Arliyanus Larosa M.TH

Retreat “ Menjadi Teladan Bagi Semua Orang “

GKI Kavling Polri

Prangsangka Buruk atau saya lebih sering menyebutnya
“ Negative
Thinking “ seringkali menghingapi pikiran saya. Seringkali saya suka menebak-nebak “ Dia kok begitu banget yah? Jutek banget sama saya ! Dia pasti sebel sama saya…”. Kesukaan saya yang suka berprasangka buruk itu akhirnya menutup diri saya untuk berteman. Dan tentu saja bisa ditebak, saya lebih suka menarik diri dan menjadi autis karena ketakutan saya dengan sekeliling saya yang akan membicarakan saya, padahal itu hanya asumsi saya saja. Pada kenyataan teman saya masih menerima saya dan memperhatikan saya.


Hari ini, Tuhan memberikan teguran yang halus kepada saya, agar saya dapat mengubah itu. Entah kenapa, padahal jam di tangan saya sudah mengharuskan saya pergi dari rumah untuk berangkat ke kantor. Tapi hati ini, terus berbicara dan mendorong saya untuk segera bersaat teduh “ Coba deh buka buku renungan itu “. “ Iya, Tuhan. Saya tahu hari ini saya tidak saat teduh bersama Tuhan “ ucapku sambil meminta maaf ke pada Tuhan. Akhirnya saya membuka alkitab dan membuka renungan harian. Ketika saya mulai membaca Judulnya “ Prasangka Buruk “…Uppsss…sepertinya Tuhan mengetahui pikiranku.


Salah satu bagian dalam isi renungan harian yang menyadariku yaitu

Kristus meminta kita menjadi orang yang membawa pengaruh dalam hidup sesama. Bagai garam yang memberi rasa. Bagai terang yang membuat orang bisa melihat seperti apa Yesus itu. Namun, terang dalam diri kita bisa pudar jika hati kita dipenuhi prasangka buruk. Prasangka menciptakan ketakutan. Rasa takut membuat kita menutup diri.


Belakangan hari ini, saya sedang“ Negative Thinking “ lagi dengan teman-temanku…

Kenapa yah dengan mereka, sepertinya menjauhi saya dan tidak ingin berteman dengan saya …?“ dan pikiran itu terus mencengkram saya. Sehingga membuat saya terus memikirkan dan membuat saya mengurungkan diri untuk tidak saat teduh. “Aw! Kena Jackpot deh sama Tuhan” Ucapku dalam hati.


Selama ini,hati saya dipenuhi prasangka buruk dan prasangka itu menciptakan ketakutan dan membuat saya selama ini menutup diri saya. Yang membuat akhirnya, diri saya menjadi tidak berkembang.


Thanks GOD, ucapku! Ternyata Tuhan menyayangiku, Dia tidak ingin sampai saya menutup diri dan sampai tidak memiliki teman. Maka dari itu, Dia menegurku dengan halus pagi ini. Dia tahu, bahwa inilah yang selalu menghambat dan membuat semuanya tidak berjalan dengan lancar.


Renungan Harian yang ditulis oleh Juswantori Ichwan menekankan kita agar belajar berpikir


Positif Thinking” Bangunlah jembatan, bukan tembok. Anda akan mampu menjadi garam dan terang.


Dalam Matius 5 : 13-16


(13) Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.


(14)Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.


(15)Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.

(16) Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.

Sering kali, Kita berprasangka buruk terhadap orang lain.. Padahal, belum tentu mereka seburuk yang Anda bayangkan. Pada hari ini Tuhan ingin saya dan anda , menjadi garam dan terang. Agar mereka bisa melihat perbuatan kita yang baik dan memuliakan Bapa di surga.

Sumber : Juswantori Ichwan [www.renunganharian.net]

PRASANGKA BAIK MEMAMPUKAN ANDA MENJANGKAU SESAMA

PRASANGKA BURUK MEMENJARAKAN ANDA DARI MEREKA

Category: Renungan  4 Comments