“ Apa yang menjadi tujuan hidup anda? “ Tanya seorang pendeta kepada jemaatnya. Ketika pertanyaan itu dilontarkan oleh seorang pendeta, saya hanya duduk terdiam. Pertanyaan itu seolah – olah membawa saya mengingat aktivitas 3 bulan belakangan ini. Saya merasa lelah dan jenuh dalam melakukan aktivitas.
“ Jika anda tidak merasakan kepuasan dan sukacita dengan apa yang anda kerjakan sekalipun fisik anda lelah berarti anda tidak memiliki tujuan hidup “. saya terkejut mendengar kata -kata yang diucapkan oleh pendeta tersebut. Saya sadar bahwa Tuhan sedang berbicara kepada saya dalam kebaktian tersebut. Tuhan menanyakan serius mengenai apa yang menjadi tujuan hidup saya.
Melihat panggilan hidup dari sudut Tuhan
Tuhan menciptakan kita dengan sengaja dan terencana ( Kej 1 : 26 -27 ) dan diciptakan dengan kemulian dan hormat ( Maz 8 : 4 – 9 )
Tuhan tidak main – main dalam menciptakan manusia. Dia sudah merencanakan semuanya. Pertanyaan nya apa yang menjadi tujuan Tuhan dalam membentuk manusia ?
Diciptakan untuk sebuah misi :
manusia diciptakan untuk sebuah misi ( Kel1 : 26 -27, 2 – 5 , 15 )
Dibentuk untuk sebuah Misi ( Yesaya 43 : 21 )
Ciptaan baru dalam Kristus ( II Kor 5 : 17 )
Diselematkan untuk sebuah misi
Untuk beritakan perbuatan besar dari DIA ( 1 Pet 2 : 9 )
Untuk Pekerjaan baik ( Efesus 2 : 10 )
Mengapa sebuah Tujuan hidup merupakan sebuah hal yang amat penting dalam menjalani hidup?
Karena kejelasan misi dalam hidup kita akan membuat hidup lebih efektif dan bermakna. Dan saya sendiri merasakan hidup tanpa sebuah tujuan hidup. Saya merasakan hidup saya dalam menjalani hari – hari yang saya lewati seperti tidak bermakna. Saya menjadi jenuh dalam menjalani aktivitas pekerjaan saya. Hasil pekerjaan saya menjadi menurun drastis. Saya tidak memenuhi target dalam pekerjaan saya.
Pendeta tersebut melanjutkan pertanyaan nya kepada seorang remaja yang duduk di kebaktian tersebut
“ Apa cita – cita mu ? ” tanya pendeta tersebut .
“ Dokter “
“Dokter hanyalah sebuah alat atau sarana untuk mengapai cita -cita. Cita – cita haruslah apa yang anda akan tuju misalnya untuk menyembuhkan orang sakit “
Mengapa demikian ?
Jika anda hanya memiliki cita -cita sebagai dokter, setelah anda selesai belajar untuk menjadi seorang Dokter. Tujuan anda akan selesai! Karena anda hanya bercita – cita menjadi seorang dokter. Tetapi jika cita -cita anda untuk menyembuhkan orang sakit, maka tidak akan pernah padam. Anda akan selalu memiliki Tujuan yang anda harus kejar.
Panggilan Allah
-
Allah berdaulat mutlak memanggil siapa dan caranya memanggil
-
Allah memanggil untuk menjadi mitra-Nya
-
Allah memakai hamba-Nya sesuai potensi
-
Memanggil yang dipercaya dan dianggap mampu
Ketika kita sudah mengetahui apa yang menjadi Tujuan hidup kita, kita perlu memperhatikan sikap kita yaitu
-
Hidup sesuai panggilannya.
-
Memepertangungjawabkan kepada Tuhan
-
Tetap rendah hati
-
Terus mengembangkan diri
Bagaiman caranya agar kita mengetahui apa itu merupakan panggilan kita?
-
Terus dikejar oleh perasaan terpanggil itu
-
Panggilan terdengar semakin kuat
-
Tak berdaya mengelak
-
semakin menyenangi
-
Semakin berhasil
Apa yang Tuhan inginkan dalam menjalani setiap Tujuan hidup kita ?
Menjadi teladan
Ikutilah Teladanku (Fil 3 : 17 )
Mengapa ? Karena memang merupakan perintah dari Tuhan Yesus sendiri ( Yohanes 13 : 15 )
Setiap Orang yang menerima kristus dipanggil menjadi teladan.
Syarat menjadi teladan adalah tinggal di dalam kristus (Yoh 15 : 4 ) yang berarti percaya dan menggantungkan diri kepada kristus.
Bagaimana menjadi teladan?
Tekun belajar Firman ( Yoh 15 : 7 )
Apa yang ditelandankan ? Tentu saja , Sikap hidup kita dan perkataan kita.
Syarat utama keteladanan adalah Intergritas.
Tuhan ingin saya dan anda memiliki tujuan hidup. Tentu saja tujuan tersebut dapat memberikan teladan bagi banyak orang . Tujuan yang jelas akan membawa hidup kita lebih bermakna.jadi, apa Tujuan hidup anda? Teruslah bersemangat dalam mengapai semua tujuan hidup anda.
Sumber Bahan : Bpk. Arliyanus Larosa M.TH
Retreat “ Menjadi Teladan Bagi Semua Orang “
GKI Kavling Polri