<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dessy Franssisca Notes</title>
	<atom:link href="http://www.df.web.id/wordpress/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.df.web.id/wordpress</link>
	<description>&#34;Education is not preparation for life; education is life itself &#34; John Dewey</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 Mar 2011 02:09:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.3</generator>
		<item>
		<title>Dibentuk karena CintaNYA.</title>
		<link>http://www.df.web.id/wordpress/2011/03/18/dibentuk-karena-cintanya/</link>
		<comments>http://www.df.web.id/wordpress/2011/03/18/dibentuk-karena-cintanya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Mar 2011 02:06:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.df.web.id/wordpress/?p=124</guid>
		<description><![CDATA[Rasanya tak enak&#8230; Pernah gak rasanya kamu dibentuk sama Tuhan, yang jelas-jelas Tuhan taruh di tempat dimana kamu tidak menyukai hal tersebut? Atau Tuhan menaruh orang-orang yang di sekeliling kita yang kamu tidak suka atau kamu tidak nyaman dengan dia? Mengapa? Sebenarnya, Tuhan tahu kok, apa yang paling kamu tidak suka. Tetapi Tuhan justru menaruh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- p { margin-bottom: 0.08in; }a:link {  } --><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: medium;"><em><strong>Rasanya tak enak&#8230;</strong></em></span></span></p>
<p><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: medium;">Pernah gak rasanya kamu dibentuk sama Tuhan, yang jelas-jelas Tuhan taruh di tempat dimana kamu tidak menyukai hal tersebut?  Atau Tuhan menaruh orang-orang yang di sekeliling kita yang kamu tidak suka atau kamu tidak nyaman dengan dia?</span></span></p>
<p><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: medium;"><em><strong>Mengapa?</strong></em></span></span></p>
<p><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: medium;">Sebenarnya, Tuhan tahu kok, apa yang paling kamu tidak suka. Tetapi Tuhan justru menaruh kamu di tempat  yang kamu tidak nyaman atau bertemu orang-orang yang kamu tidak suka. Dengan satu alasan ?</span></span></p>
<p><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: medium;"><strong>Dia ingin membentuk kamu.</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: medium;"><em><strong>Membentukku? Menggapa?</strong></em></span></span></p>
<p><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: medium;">Tuhan tidak pernah membentukmu di Zona kenyamanan yang kamu miliki. Justru, Tuhan taruh di Zona  yang bukan daerah “ Kenyamanan” mu.Menggapa? Yup, Tuhan itu paling tahu saat membentukmu. Mungkin rasanya Sakit. Tapi justru itulah yang membuat kamu menjadi semakin “ Cantik “ dimata Tuhan.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: medium;"><strong>Dia berkata&#8230;</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: medium;"><em><strong>Justru disitulah letak “ Kasihku” kepadamu, anakku <img src='http://www.df.web.id/wordpress/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</strong></em> <strong>karena aku membentukmu dengan Cintaku supaya kamu semakin serupa denganKU.</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: medium;"><strong>Yeremia 18 : 1-6</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: medium;"><a name="1" href="http://www.sabda.org/sabdaweb/bible/verse/?b=24&amp;c=18">18:1</a>Firman yang datang dari TUHAN kepada Yeremia, bunyinya:</span></span></p>
<p><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: medium;"><a name="2" href="http://www.sabda.org/sabdaweb/bible/verse/?b=24&amp;c=18&amp;v=2">18:2</a>&#8220;Pergilah dengan segera ke rumah tukang periuk! Di sana Aku akan memperdengarkan perkataan-perkataan-Ku kepadamu.&#8221;</span></span></p>
<p><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: medium;"><a name="3" href="http://www.sabda.org/sabdaweb/bible/verse/?b=24&amp;c=18&amp;v=3">18:3</a>Lalu pergilah aku ke rumah tukang periuk, dan kebetulan ia sedang bekerja dengan pelarikan.</span></span></p>
<p><a name="4" href="http://www.sabda.org/sabdaweb/bible/verse/?b=24&amp;c=18&amp;v=4"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: medium;">18:4</span></span></a><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: medium;"><strong>Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: medium;"><a name="5" href="http://www.sabda.org/sabdaweb/bible/verse/?b=24&amp;c=18&amp;v=5">18:5</a>Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku, bunyinya:</span></span></p>
<p><a name="6" href="http://www.sabda.org/sabdaweb/bible/verse/?b=24&amp;c=18&amp;v=6"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: medium;">18:6</span></span></a><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: medium;"><strong>&#8220;Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: medium;">Jika kamu di tempatkan manapun atau bertemu dengan siapapun yang menurut kamu tidak nyaman atau  berbagai masalah. Ingat satu hal ,  Tuhan memakain semua itu supaya kita semakin “ Cantik “ di hadapanya. Karena Dia begitu mencintai kita <img src='http://www.df.web.id/wordpress/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  </span></span></p>
<p><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: medium;">God Bless You</span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.df.web.id/wordpress/2011/03/18/dibentuk-karena-cintanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tebarkan Kasih !</title>
		<link>http://www.df.web.id/wordpress/2011/02/20/tebarkan-kasih/</link>
		<comments>http://www.df.web.id/wordpress/2011/02/20/tebarkan-kasih/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Feb 2011 03:47:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.df.web.id/wordpress/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[Kasih adalah sebuah bentuk yang kita berikan tampa anda memikirkan siapa yang akan menjadi lawan bicara anda, Tampa  memikirkan status yang dia miliki, Tampa memikirkan seberapa banyak kepunyaan yang dia miliki. Hari Valentine boleh saja sudah berlalu, tetapi Kasih harus selalu senangtiasa kita lakukan setiap hari. Dan tentu saja hal yang paling terpenting adalah Kasih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kasih adalah sebuah bentuk yang kita berikan tampa anda memikirkan siapa yang akan menjadi lawan bicara anda, Tampa  memikirkan status yang dia miliki, Tampa memikirkan seberapa banyak kepunyaan yang dia miliki. Hari Valentine boleh saja sudah berlalu, tetapi Kasih harus selalu senangtiasa kita lakukan setiap hari<strong>. </strong>Dan tentu saja hal yang paling terpenting adalah <strong>Kasih bukanlah sebuah ucapan saja melainkan butuh sebuah tindakan.</strong></p>
<p>Tuhan Yesus sudah memberikan contoh kasih itu sendiri. Dia sudah menunjukkan dengan mati di kayu salib. Dia tidak hanya mengucapkan kasih itu tetapi Dia melakukannya dengan sebuah tindakan !  Kalau saja Tuhan hanya mengucapkannya saja tampa ada tindakan. Tentu saja kita sudah binasa oleh dosa-dosa kita.</p>
<p>Melalui teladan Tuhan Yesus, kita bisa melihat bahwa hal yang  terpenting dari sebuah kasih adalah sebuah tindakan.</p>
<p>Kasih itu muncul dari hati yang bersuka cita tampa adanya paksaan dalam memberi.</p>
<p>Seringkali kita sebagai manusia menjadi egois terhadap sekitar kita. Hal yang paling simpel, Apakah kita sering memberikan salam kepada Teman-teman kita, memperhatikan lingkungan sekitar kita. Coba deh, tanyakan bagaimana kabarnya atau sekedar menyapa Hi!. Atau memberikan motivasi kepada teman-teman anda yang membutuhkan dorongan Atau coba deh ajak nonton pembantu anda di rumah ke bioskop atau sekedar nonton bareng anda di rumah. Atau temani keluarga anda dalam menjalankan hobinya dan masih banyak lagi.</p>
<p><strong>Kasih adalah seperti air bening yang akan menyirami hati setiap orang. </strong><br />
“ Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu <strong>iman</strong>, <strong>pengharapan</strong> dan <strong>kasih</strong>, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.”</p>
<p>1 Korintus  13:13</p>
<p>Teman-teman, Dunia semakin lama akan menjadi semakin egois, tapi kita sebagai anak-anaknya harus  terus menebarkan kasih. Pratekanlah kasih itu dimanapun anda berada! Kasih adalah benih yang akan anda tanam dalam setiap orang dan mereka akan melihat kasih Tuhan di dalam anda.</p>
<p>“ Meskipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan dan sekalipun dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku. Kasih itu sabar, kasih itu murah hati, ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. ia tidak bersuka cita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.Kasih tidak berkesudahan, nubuat akan berakhir, bahasa roh akan berhenti, pengetahuan akan lenyap.”</p>
<p>1 Korintus 13 : 1-8</p>
<p>Tuhan sudah membuktikanya, sekarang waktunya giliran anda menebarkan kasih itu.( DF)</p>
<p>God Bless You ! <img src='http://www.df.web.id/wordpress/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.df.web.id/wordpress/2011/02/20/tebarkan-kasih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Stay Connected with God</title>
		<link>http://www.df.web.id/wordpress/2011/02/11/stay-connected-with-god/</link>
		<comments>http://www.df.web.id/wordpress/2011/02/11/stay-connected-with-god/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Feb 2011 09:17:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.df.web.id/wordpress/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[Doa bukanlah sebuah kewajiban tetapi sebuah kebutuhan bagi setiap orang percaya. Doa adalah nafas bagi setiap orang percaya. Mengapa? Yah, berarti itu vital sekali. Ada Sebuah penelitian mengatakan, bahwa manusia dapat bertahan hidup tanpa makanan (hanya dengan minum) selama kurang lebih 40-60 hari tergantung daya tahan dan lemak yang ada di dalam tubuhnya. Dan manusia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- p { margin-bottom: 0.08in; } --><span style="font-family: UnDotum;">Doa bukanlah sebuah<strong> kewajiban</strong> tetapi sebuah <strong>kebutuhan</strong> bagi setiap orang percaya. <strong>Doa adalah nafas bagi setiap orang percaya</strong>. Mengapa? Yah, berarti itu vital sekali. Ada <span style="color: #000000;">Sebuah penelitian mengatakan, bahwa manusia dapat bertahan hidup tanpa makanan (hanya dengan minum) selama kurang lebih 40-60 hari tergantung daya tahan dan lemak yang ada di dalam tubuhnya. Dan manusia dapat bertahan hidup tanpa minum sekitar tiga hari. Tetapi manusia hanya bisa bertahan paling lama 8 menit saja, jika manusia tidak bernafas. Jadi bisa dibayangkan Hidup kita tampa Doa? Kita akan terasa kering.</span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: UnDotum;">Kolose 4:2, “Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur. Kata “ bertekun “ memiliki arti bahwa melakukan dengan disiplin dan tidak pernah bosan untuk melakukannya.</span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: UnDotum;"><strong>Doa adalah </strong><strong>bagaikan </strong><strong>sebuah vitamin</strong>. Bayangkan saja jika tubuh kita tidak mendapatkan vitamin. Tentu saja akan lemas, tidak bersemangat, dan mudah terserang penyakit. Dengan kita berdoa, Kita akan dikuatkan, dan menjadikan kita lebih dekat dengan diriNYA. </span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: UnDotum;">Tahukan anda ?Dia begitu rindu mendengar suara anda. Jangan jadikan alasan kesibukan anda sehingga membuat anda tidak berdoa.  Tetapi, jadikan Doa sebagai gaya hidup dan sebagai sebuah kebutuhan yang paling utama dalam hidup anda</span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: UnDotum;">Teman-teman, ingat selalu untuk Stay Connected with GOD! <img src='http://www.df.web.id/wordpress/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: UnDotum;">Dessy Franssisca</span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: UnDotum;">God Bless You<br />
</span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.df.web.id/wordpress/2011/02/11/stay-connected-with-god/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dengan Hati</title>
		<link>http://www.df.web.id/wordpress/2011/01/17/dengan-hati/</link>
		<comments>http://www.df.web.id/wordpress/2011/01/17/dengan-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Jan 2011 08:33:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.df.web.id/wordpress/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[Tuhan tak melihat bertapa eksismu di gereja.. Tuhan tak melihat bertapa bagusnya pakaianmu yang kamu kenakan saat kamu melayani Dia&#8230; Tuhan tak melihat parasmu ganteng atau cantik Tuhan juga tak melihat berapa indahnya suaramu saat kamu bernyanyi, menari&#8230; tapi Tuhan melihat dimana Hatimu berada. Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-size: x-small;">Tuhan tak melihat  bertapa e<em>ksismu</em> di gereja..</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-size: x-small;"><br />
</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-size: x-small;">Tuhan tak melihat bertapa bagusnya pakaianmu yang kamu kenakan saat kamu melayani Dia&#8230;</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-size: x-small;"><br />
</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-size: x-small;">Tuhan tak melihat parasmu ganteng atau cantik</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-size: x-small;"><br />
</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-size: x-small;">Tuhan juga tak melihat berapa indahnya suaramu saat kamu bernyanyi, menari&#8230;</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-size: x-small;"><br />
</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-size: x-small;">tapi Tuhan melihat dimana Hatimu berada.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-size: x-small;"><br />
</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati. </strong>(1 Samuel 16:7)</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-size: x-small;"><br />
</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-size: x-small;">Suat di sore hari, saya biasa pulang menaiki bus. Dengan lelah dan mata yang sangat mengantuk. Rasanya ingin menggumel melihat orang lain di sisi kanan dan kiri saya  menghisap rokok yang membuat mata dan pernapasan saya semakin sesak. Ada seorang pengamen, dengan pakain yang lusuh dan kotor. Dengan membawa sebuah gitar ditangannya. Pengamen tersebut mulai bernyanyi. Saya pikir, pengamen yah pengamen..lagunya pasti membuat saya tambah pusing dengan nyanyian yang dinyanyikan. Ups&#8230;saya salah menilai ketika pengamen tersebut mulai bernyanyi&#8230;saya lupa akan judul nyanyian tersebut. Tetapi, lagu tersebut tidak asing buat saya&#8230; Nyanyian yang begitu merdu dan membuat saya di sore hari  tersebut menyadari dan diingatkan kembali akan pentingnya sebuah arti “ Pelayanan”.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-size: x-small;"><br />
</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-size: x-small;">Pelayanan ? Yah..pelayanan.Seringkali kita melupakan kalau sudah urusan Hati. Kita hanya ingin dilihat orang tampa kita mengingat akan apa yang menjadi Motivasi kita. Apa yang menjadi Motivasi anda saat melayani Tuhan ? Ingin dilihat manusia atau ingin menyenangkan hati Tuhan? Jika saya mengingat pengamen tersebut, Paras dan pakaian tidak ada bagus – bagusnya&#8230;, tapi lewat pengamen tersebut yang mau melayani dengan suaranya  membuat saya mampu menulis ini. Pengamen tersebut menjadi berkat bagi penumpang bus seperti saya. Dia mengingatkan saya, apa arti sebuah pelayanan sebenarnya dan tentu saja, apa yang diinginkan Tuhan dari kita&#8230;</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-size: x-small;"><br />
</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Tuhan ingin Hati anda..tidak lebih dari itu !</strong></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-size: x-small;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-size: x-small;">Biarlah ini bukan sekedar bacaan atau tulisan. Tapi mengingatkan kembali apa yang menjadi motivas anda dalam melayani Tuhan. (DF)</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-size: x-small;"><br />
</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-size: x-small;"><strong>GOD BLESS YOU</strong></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">- Dessy Franssisca-</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.df.web.id/wordpress/2011/01/17/dengan-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>“ Dipanggil Menjadi Teladan “</title>
		<link>http://www.df.web.id/wordpress/2011/01/04/%e2%80%9c-dipanggil-menjadi-teladan-%e2%80%9c/</link>
		<comments>http://www.df.web.id/wordpress/2011/01/04/%e2%80%9c-dipanggil-menjadi-teladan-%e2%80%9c/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Jan 2011 06:53:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.df.web.id/wordpress/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[“ Apa yang menjadi tujuan hidup anda? “ Tanya seorang pendeta kepada jemaatnya. Ketika pertanyaan itu dilontarkan oleh seorang pendeta, saya hanya duduk terdiam. Pertanyaan itu seolah – olah membawa saya mengingat aktivitas 3 bulan belakangan ini. Saya merasa lelah dan jenuh dalam melakukan aktivitas. “ Jika anda tidak merasakan kepuasan dan sukacita dengan apa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">“ <span style="font-family: Liberation Serif,serif;">Apa yang menjadi tujuan hidup anda? “ Tanya seorang pendeta kepada jemaatnya. Ketika pertanyaan itu dilontarkan oleh seorang pendeta, saya hanya duduk terdiam. Pertanyaan itu seolah – olah membawa saya mengingat aktivitas 3 bulan belakangan ini. Saya merasa lelah dan jenuh dalam melakukan aktivitas.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><br />
</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">“ <span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><strong>Jika anda tidak merasakan kepuasan dan sukacita dengan apa yang anda kerjakan sekalipun fisik anda lelah  berarti anda tidak memiliki tujuan hidup “</strong>. saya  terkejut mendengar kata -kata yang diucapkan oleh pendeta tersebut. Saya sadar bahwa Tuhan sedang berbicara  kepada saya dalam kebaktian tersebut. Tuhan menanyakan serius mengenai apa yang menjadi tujuan hidup saya.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><br />
</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><strong>Melihat panggilan hidup dari sudut Tuhan</strong></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><strong>Tuhan menciptakan kita dengan sengaja dan terencana ( Kej 1 : 26 -27 ) dan diciptakan dengan kemulian dan hormat ( Maz 8 : 4 – 9 )</strong></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><span>Tuhan tidak main – main dalam menciptakan manusia. Dia sudah merencanakan semuanya. Pertanyaan nya </span><strong>apa yang menjadi tujuan Tuhan dalam membentuk manusia ?</strong></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><strong>Diciptakan untuk sebuah misi :</strong></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;">manusia diciptakan untuk sebuah misi ( Kel1 : 26 -27, 2 – 5 , 15 )</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;">Dibentuk untuk sebuah Misi ( Yesaya 43 : 21 )</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;">Ciptaan baru dalam Kristus ( II Kor 5 : 17 )</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><br />
</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><strong>Diselematkan untuk sebuah misi</strong></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;">Untuk beritakan perbuatan besar dari DIA ( 1 Pet 2 : 9 )</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;">Untuk Pekerjaan baik ( Efesus 2 : 10 )</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><br />
</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><strong>Mengapa sebuah Tujuan hidup merupakan sebuah hal yang amat penting dalam menjalani hidup?</strong></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;">Karena kejelasan misi dalam hidup kita akan membuat hidup lebih efektif dan bermakna. Dan saya sendiri merasakan hidup tanpa sebuah tujuan hidup. Saya merasakan hidup saya dalam menjalani hari – hari yang saya lewati seperti tidak bermakna. Saya menjadi jenuh dalam menjalani aktivitas pekerjaan saya. Hasil pekerjaan saya menjadi menurun drastis. Saya tidak memenuhi target dalam pekerjaan saya.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><br />
</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;">Pendeta tersebut melanjutkan pertanyaan nya kepada seorang remaja yang duduk di kebaktian tersebut</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><br />
</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">“ <span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><span>Apa cita – cita mu ? ” tanya pendeta tersebut .</span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><span><br />
</span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">“ <span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><span>Dokter “</span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><span><br />
</span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">“<span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><span>Dokter hanyalah sebuah alat atau sarana untuk mengapai cita -cita. Cita – cita haruslah apa yang anda akan tuju misalnya untuk menyembuhkan orang sakit “</span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><span><br />
</span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><strong>Mengapa demikian ?</strong></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><span>Jika anda hanya memiliki </span><strong>cita -cita sebagai dokter</strong><span>, setelah anda selesai belajar untuk menjadi seorang Dokter. </span><strong>Tujuan anda akan selesai!</strong><span> Karena anda hanya bercita – cita menjadi seorang dokter. Tetapi jika cita -cita anda untuk </span><strong>menyembuhkan orang sakit</strong><span>, maka tidak akan pernah padam. Anda akan selalu memiliki </span><strong>Tujuan yang anda harus kejar.</strong></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><strong>Panggilan Allah</strong></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><strong><br />
</strong></span></p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><span style="color: #000000;"><span style="text-decoration: none;"><span style="font-size: small;"><span style="font-style: normal;"><span>Allah 	berdaulat mutlak memanggil siapa dan </span></span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="text-decoration: none;"><span style="font-size: small;"><span style="font-style: normal;"><span>caranya 	memanggil</span></span></span></span></span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; text-decoration: none;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><span style="font-size: small;">Allah 	memanggil untuk menjadi mitra-Nya</span></span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; text-decoration: none;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><span style="font-size: small;">Allah 	memakai hamba-Nya sesuai potensi</span></span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><span style="color: #000000;"><span style="text-decoration: none;"><span style="font-size: small;"><span style="font-style: normal;"><span>Memanggil 	yang dipercaya dan dianggap </span></span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="text-decoration: none;"><span style="font-size: small;"><span style="font-style: normal;"><span>mampu</span></span></span></span></span></span></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; text-decoration: none;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><span style="font-size: small;"><strong>Ketika kita sudah mengetahui apa yang menjadi Tujuan hidup kita, kita perlu memperhatikan sikap kita yaitu</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; text-decoration: none;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><span style="font-size: small;"><strong><br />
</strong></span></span></span></p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; text-decoration: none;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><span style="font-size: small;">Hidup 	sesuai panggilannya.</span></span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; text-decoration: none;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><span style="font-size: small;">Memepertangungjawabkan 	kepada Tuhan</span></span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; text-decoration: none;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><span style="font-size: small;">Tetap 	rendah hati</span></span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; text-decoration: none;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><span style="font-size: small;">Terus 	mengembangkan diri</span></span></span></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; text-decoration: none;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><span style="font-size: small;"><strong>Bagaiman caranya agar kita mengetahui apa itu merupakan panggilan kita?</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; text-decoration: none;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><span style="font-size: small;"><strong><br />
</strong></span></span></span></p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; text-decoration: none;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><span style="font-size: small;">Terus 	dikejar oleh perasaan terpanggil itu</span></span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; text-decoration: none;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><span style="font-size: small;">Panggilan 	terdengar semakin kuat</span></span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; text-decoration: none;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><span style="font-size: small;">Tak 	berdaya mengelak</span></span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; text-decoration: none;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><span style="font-size: small;">semakin 	menyenangi</span></span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; text-decoration: none;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><span style="font-size: small;">Semakin 	berhasil</span></span></span></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><span style="font-size: small;"><strong>Apa yang Tuhan inginkan dalam menjalani setiap Tujuan hidup kita ?</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><span style="font-size: small;"><strong><br />
</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><span style="font-size: small;">Menjadi teladan </span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><span style="font-size: small;">Ikutilah Teladanku (Fil 3 : 17 )</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><span style="font-size: small;"><br />
</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="color: #000000;"><span style="color: #000000;"><span style="font-size: small;"><strong>Mengapa ?</strong></span></span><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><span style="font-size: small;"><span> Karena memang merupakan perintah dari Tuhan Yesus sendiri ( Yohanes 13 : 15 )</span><strong> </strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><span style="font-size: small;"><strong>Setiap Orang yang menerima kristus dipanggil menjadi teladan.</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><span style="font-size: small;"><strong><br />
</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><span style="color: #000000;"><span style="font-size: small;"><span>Syarat menjadi teladan adalah</span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-size: small;"><strong> tinggal di dalam kristus (Yoh 15 : 4 ) yang berarti percaya dan menggantungkan diri kepada kristus.</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><span style="color: #000000;"><span style="font-size: small;"><strong><br />
</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><span style="font-size: small;"><strong>Bagaimana menjadi teladan?</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><span style="font-size: small;"><strong><br />
</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><span style="font-size: small;"><strong>Tekun belajar Firman ( Yoh 15  : 7 )</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><span style="font-size: small;"><strong><br />
</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><span style="font-size: small;"><strong>Apa yang ditelandankan ? Tentu saja , Sikap hidup kita dan perkataan kita.</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><span style="font-size: small;"><strong><br />
</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><span style="color: #000000;"><span style="font-size: small;"><span>Syarat utama keteladanan adalah</span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-size: small;"><strong> Intergritas.</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><span style="color: #000000;"><span style="font-size: small;"><strong><br />
</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><span style="font-size: small;"><strong>Tuhan ingin saya dan anda memiliki tujuan hidup. Tentu saja tujuan tersebut dapat memberikan teladan bagi banyak orang . Tujuan yang jelas akan membawa hidup kita lebih bermakna.jadi, apa Tujuan hidup anda? Teruslah bersemangat dalam mengapai semua tujuan hidup anda.</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><span style="font-size: small;"><strong><br />
</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><span style="font-size: small;"><strong>Sumber Bahan : Bpk. Arliyanus Larosa M.TH</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><span style="font-size: small;"><strong>Retreat “ Menjadi Teladan Bagi Semua Orang “</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Liberation Serif,serif;"><span style="font-size: small;"><strong>GKI Kavling Polri<br />
</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p><!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --> <!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.df.web.id/wordpress/2011/01/04/%e2%80%9c-dipanggil-menjadi-teladan-%e2%80%9c/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prangsangka Buruk</title>
		<link>http://www.df.web.id/wordpress/2010/12/22/prangsangka-buruk/</link>
		<comments>http://www.df.web.id/wordpress/2010/12/22/prangsangka-buruk/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Dec 2010 03:21:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.df.web.id/wordpress/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[Prangsangka Buruk atau saya lebih sering menyebutnya “ Negative Thinking “ seringkali menghingapi pikiran saya. Seringkali saya suka menebak-nebak “ Dia kok begitu banget yah? Jutek banget sama saya ! Dia pasti sebel sama saya&#8230;”. Kesukaan saya yang suka berprasangka buruk itu akhirnya menutup diri saya untuk berteman. Dan tentu saja bisa ditebak, saya lebih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Sans,Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Prangsangka Buruk atau saya lebih sering menyebutnya<br />
<em>“ Negative </em></span></span><span style="font-family: Liberation Sans,Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><em><span style="text-decoration: none;">Thinking “ </span></em></span></span><span style="font-family: Liberation Sans,Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><span style="font-style: normal;"><span style="text-decoration: none;">seringkali menghingapi pikiran saya. Seringkali saya suka menebak-nebak “ Dia kok begitu banget yah? Jutek banget sama saya ! Dia pasti sebel sama saya&#8230;”. Kesukaan saya yang suka berprasangka buruk itu akhirnya menutup diri saya untuk berteman. Dan tentu saja bisa ditebak, saya lebih suka menarik diri dan menjadi </span></span></span></span><span style="font-family: Liberation Sans,Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><em><span style="text-decoration: none;">autis </span></em></span></span><span style="font-family: Liberation Sans,Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><span style="font-style: normal;"><span style="text-decoration: none;">karena</span></span></span></span><span style="font-family: Liberation Sans,Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><em><span style="text-decoration: none;"> </span></em></span></span><span style="font-family: Liberation Sans,Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><span style="font-style: normal;"><span style="text-decoration: none;">ketakutan saya dengan sekeliling saya</span></span></span></span><span style="font-family: Liberation Sans,Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><em><span style="text-decoration: none;"> </span></em></span></span><span style="font-family: Liberation Sans,Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><span style="font-style: normal;"><span style="text-decoration: none;">yang akan membicarakan saya, padahal itu hanya asumsi saya saja. Pada kenyataan teman saya masih menerima saya dan memperhatikan saya.</span></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Sans,Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><span style="font-style: normal;"><span style="text-decoration: none;"><br />
</span></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; text-decoration: none;"><span style="font-family: Liberation Sans,Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Hari ini, Tuhan memberikan teguran yang halus kepada saya, agar saya dapat mengubah itu. Entah kenapa, padahal jam di tangan saya sudah mengharuskan saya pergi dari rumah untuk berangkat ke kantor. Tapi hati ini, terus berbicara dan mendorong saya untuk segera bersaat teduh “ Coba deh buka buku renungan itu “. “ Iya, Tuhan. Saya tahu hari ini saya tidak saat teduh bersama Tuhan “ ucapku sambil meminta maaf ke pada Tuhan. Akhirnya saya membuka alkitab dan  membuka renungan harian. Ketika saya mulai membaca Judulnya “ Prasangka Buruk “&#8230;Uppsss&#8230;sepertinya Tuhan mengetahui pikiranku.</span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; text-decoration: none;"><span style="font-family: Liberation Sans,Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><br />
</span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; text-decoration: none;"><span style="font-family: Liberation Sans,Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Salah satu bagian dalam isi renungan harian yang menyadariku yaitu</span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; text-decoration: none;"><span style="font-family: Liberation Sans,Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><strong>Kristus meminta kita menjadi orang yang membawa pengaruh dalam hidup sesama. Bagai garam yang memberi rasa. Bagai terang yang membuat orang bisa melihat seperti apa Yesus itu. Namun, terang dalam diri kita bisa pudar jika hati kita dipenuhi prasangka buruk. Prasangka menciptakan ketakutan. Rasa takut membuat kita menutup diri.</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; text-decoration: none;"><span style="font-family: Liberation Sans,Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><strong><br />
</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Sans,Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><span style="font-style: normal;"><span style="text-decoration: none;">Belakangan hari ini, saya sedang</span></span></span></span><span style="font-family: Liberation Sans,Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><em><span style="text-decoration: none;">“ Negative Thinking “ </span></em></span></span><span style="font-family: Liberation Sans,Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><span style="font-style: normal;"><span style="text-decoration: none;">lagi dengan teman-temanku&#8230;</span></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="text-decoration: none;">” <span style="font-family: Liberation Sans,Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><span style="font-style: normal;">Kenapa yah dengan mereka, sepertinya menjauhi saya  dan tidak ingin berteman dengan saya &#8230;?“ dan pikiran itu terus mencengkram saya. Sehingga membuat saya terus memikirkan dan membuat saya mengurungkan diri untuk tidak saat teduh.  “Aw! Kena </span></span></span></span><span style="font-family: Liberation Sans,Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><em><span style="text-decoration: none;">Jackpot </span></em></span></span><span style="font-family: Liberation Sans,Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><span style="font-style: normal;"><span style="text-decoration: none;">deh sama Tuhan” Ucapku dalam hati.</span></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Sans,Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><span style="font-style: normal;"><span style="text-decoration: none;"><br />
</span></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Sans,Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Selama ini,hati saya dipenuhi prasangka buruk dan prasangka itu menciptakan ketakutan dan membuat saya selama ini menutup diri saya. Yang membuat akhirnya, diri saya menjadi tidak berkembang.</span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Sans,Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><br />
</span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; text-decoration: none;"><span style="font-family: Liberation Sans,Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Thanks GOD, ucapku! Ternyata Tuhan menyayangiku, Dia tidak ingin sampai saya menutup diri dan sampai tidak memiliki teman. Maka dari itu, Dia menegurku dengan halus pagi ini. Dia tahu, bahwa inilah yang selalu menghambat dan membuat semuanya tidak berjalan dengan lancar.</span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; text-decoration: none;"><span style="font-family: Liberation Sans,Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><br />
</span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Sans,Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><span>Renungan Harian yang ditulis oleh </span></span></span><span style="font-family: Liberation Sans,Arial,sans-serif;">Juswantori Ichwan menekankan kita agar </span><span style="font-family: Liberation Sans,Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">belajar berpikir</span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Sans,Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><br />
</span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">“<span style="font-family: Liberation Sans,Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Positif Thinking”  Bangunlah jembatan, bukan tembok. Anda akan mampu menjadi</span></span><span style="font-family: Liberation Sans,Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><strong> garam dan terang.</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Sans,Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><strong><br />
</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Sans,Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><strong>Dalam Matius 5 : 13-16</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Sans,Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><strong><br />
</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Sans,Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">(13) Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.</span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Sans,Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><br />
</span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><a name="r2"></a><span style="color: #000080;"><span style="text-decoration: underline;"><a href="http://sabdaweb.sabda.org/bible/verse/?c=5&amp;v=14"><span style="font-family: Liberation Sans,Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><span>(14)</span></span></span></a></span></span><span style="font-family: Liberation Sans,Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><span>Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Sans,Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><span><br />
</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><a name="r1"></a><span style="color: #000080;"><span style="text-decoration: underline;"><a href="http://sabdaweb.sabda.org/bible/verse/?c=5&amp;v=15"><span style="font-family: Liberation Sans,Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><span>(15)</span></span></span></a></span></span><span style="font-family: Liberation Sans,Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><span>Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><a name="r"></a><span style="font-family: Liberation Sans,Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><span>(</span></span></span><span style="color: #000080;"><span style="text-decoration: underline;"><a href="http://sabdaweb.sabda.org/bible/verse/?c=5&amp;v=16"><span style="font-family: Liberation Sans,Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><span>16) </span></span></span></a></span></span><span style="font-family: Liberation Sans,Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><span>Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Sans,Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Sering kali, Kita berprasangka buruk terhadap orang lain.. Padahal, belum tentu mereka seburuk yang Anda bayangkan. Pada hari ini Tuhan ingin saya dan anda , menjadi garam dan terang. Agar mereka  bisa melihat perbuatan kita yang baik dan memuliakan Bapa di surga.</span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Liberation Sans,Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><span style="font-style: normal;"><span style="text-decoration: none;"><span>Sumber : </span></span></span></span></span><span style="font-family: Liberation Sans,Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><span style="font-style: normal;"><span style="text-decoration: none;"><span>Juswantori Ichwan </span></span></span></span></span><span style="font-family: Liberation Sans,Arial,sans-serif;">[www.renunganharian.net]</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><strong><span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif;"><span style="font-size: medium;">PRASANGKA BAIK MEMAMPUKAN ANDA MENJANGKAU SESAMA</span></span></strong></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><strong><span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif;"><span style="font-size: medium;">PRASANGKA BURUK MEMENJARAKAN ANDA DARI MEREKA</span></span></strong></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.df.web.id/wordpress/2010/12/22/prangsangka-buruk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Produk Nasional</title>
		<link>http://www.df.web.id/wordpress/2010/12/16/produk-nasional/</link>
		<comments>http://www.df.web.id/wordpress/2010/12/16/produk-nasional/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Dec 2010 00:37:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.df.web.id/wordpress/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[Tiap Komponen produk nasional mencerminkan macam pengunaan hasil produksi yang dihasilkan oleh perekonomian. Dari segi lain dapat pula dikatakan bahwa tiap komponen menunjukkan besarnya pengeluaran atau expenditure dari masing-masing sektor perekonomian. Ada 4 sektor setiap perkenomian bangsa yaitu Sektor keluarga, yang biasa disebut sektor Konsumen, household sector atau personal sector Sektor perusahaan, yang biasa disebut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } -->Tiap Komponen produk nasional mencerminkan macam pengunaan hasil produksi yang dihasilkan oleh perekonomian. Dari segi lain dapat pula dikatakan bahwa tiap komponen menunjukkan besarnya pengeluaran atau expenditure dari masing-masing sektor perekonomian.</p>
<p><strong>Ada 4 sektor setiap perkenomian bangsa yaitu</strong></p>
<ol>
<li>Sektor 	keluarga, yang biasa disebut sektor Konsumen, <em>household 	sector atau personal sector</em></li>
<li>Sektor 	perusahaan, yang biasa disebut <em>sektor 	produsen atau business sector</em></li>
<li>Sektor Pemerintah, yang biasa juga disebut goverment sector, dan</li>
<li>Sektor 	Perdangangan luar negeri atau <em>foreign 	trade sector</em></li>
</ol>
<p>Sektor swasta terbentuk oleh karena kedua faktor pertama Sektor keluarga dan sektor perusahaan.</p>
<p>Pengeluaran yang dilakukan oleh keluarga disebut pengeluaran konsumsi atau <em>consumption Expenditure </em></p>
<p>Pengeluaran perusahaan yang merupakan komponen produk nasional  ialah pengeluaran investasi atau investment Expenditure.</p>
<p>Pengeluaran yang dilakukan oleh sektor pemerintah yang langsung turut dalam pembentukan produk nasioanal berupa pengeluaran pemerintah, ialah pengeluaran pembelian pemerintah.</p>
<p>Komponen produk nasional yang berasal luar negeri ialah variabel ekonomi ekspor netto.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>A. Pengeluaran Konsumsi (C)</strong></span></p>
<p>Pengeluaran konsumsi atau private consumption expenditure meliputi semua pengeluaran rumah-rumah tangga keluarga dan perseorangan serta lembaga-lembaga swasta bukan perusahaan untuk membeli barang-barang dan jasa-jasa yang langsungn dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Contoh pembelian barang yang tahan lama yang baru seperti Truk, Televisi, Sepeda motor selain bangunan rumah tergolong sebagai <span style="text-decoration: underline;">variabel ekonomi pengeluaran konsumsi.</span></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>B. Pengeluaran Investasi ( I )</strong></span></p>
<p>Pengeluaran investasi domestik bruto atau gross private domestic investment meruapakan sebutan lengkap dari variabel ekonomi agregatif. Variabel ekonomi ini meliputi semua pengeluaran domestik yang dilakukan oleh sektor swasta untuk mendirikan bangunan-bangunan baru, mesin-mesin baru beserta perlengkapannya dan perubahan jumlah berbagai macam persediaan perusahaan</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>C. Pengeluaran Pembelian Pemerintah ( G )</strong></span></p>
<p>Pengeluaran Pemerintah untuk barang dan jasa atau goverment purchase of goods and services yang sering disingkat pengeluaran pemerintah atau goverment expenditure.</p>
<p>Pengeluaran-pengeluaran pemerintah  seperti misalnya pembayaran pensiun, bea siswa,subsidi dalam berbagai bentuknya, dan berbagai  macam bantuan finansial yang diberikan kepada sekor swasta tidak dapat dimasukkan ke dalam kategori ini, melainkan harus dimasukkan ke dalam transfer (Tr).</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>D. Ekspor Netto ( X-M)</strong></span></p>
<p>Variabel Ekonomi agregat ini merupakan hasil pengurangan nilai total impor (M) terhadap nilai total ekspor (X). Jika neraca perdangangan dalam keadaan pasif, dimana nilai impor barang dan jasa lebih besar bertanda positif daripada nilai ekspor barang jasa, maka nilai ekspor netto bertanda negatif.</p>
<p>bentuk kesamaan matematik yang dapat kita sebut sebagai kesamaan produk nasional atau national product identity</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Y = C+ I+ G+( X &#8211; M )</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.df.web.id/wordpress/2010/12/16/produk-nasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sukses Menjual “ Kenali Konsumen Anda”- Frans M.Royan</title>
		<link>http://www.df.web.id/wordpress/2010/12/15/sukses-menjual-%e2%80%9c-kenali-konsumen-anda%e2%80%9d-frans-m-royan/</link>
		<comments>http://www.df.web.id/wordpress/2010/12/15/sukses-menjual-%e2%80%9c-kenali-konsumen-anda%e2%80%9d-frans-m-royan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Dec 2010 04:14:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.df.web.id/wordpress/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[Hal-hal yang diperlukan seorang penjual ? Menghemat Waktu Berbicara yang perlu Tepat pada sasaran Meraih omzet terbanyak dengan cepat Mendorong pembeli cepat mengambil keputusan Menyediakan produk dengan tepat Meningkatkan jumlah kunjungan Meningalkan konsumen tampa sakit hati Menutup Penjualan : Win-win Solution, jika anda mempergunakan dengan win-win solution, kedatangan anda pasti ditungu-tunggu oleh konsumen setiap saat, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --><span style="color: #0000ff;"><strong>Hal-hal yang diperlukan  seorang penjual ?</strong></span></p>
<p><!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;">Menghemat 	Waktu</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;">Berbicara 	yang perlu</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;">Tepat pada 	sasaran</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;">Meraih omzet 	terbanyak dengan cepat</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;">Mendorong 	pembeli cepat mengambil keputusan</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;">Menyediakan 	produk dengan tepat</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;">Meningkatkan 	jumlah kunjungan</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;">Meningalkan 	konsumen tampa sakit hati</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;">Menutup 	Penjualan :</p>
</li>
</ol>
<p style="margin-bottom: 0in;">Win-win Solution, jika anda mempergunakan dengan win-win solution, kedatangan anda pasti 	ditungu-tunggu oleh konsumen setiap saat, tetapi yang harus diingat sering kali salesman melakukan 	penjualan dengan cara <strong>hit dan run</strong>, sehingga bila ada kekecewaan di 	pihak konsumen, seorang konsumen tak dapat berbuat apa-apa, <strong>INILAH 	YANG MEMBUAT CITRA BURUK BAGI PENJUAL</strong></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><strong><br />
</strong></p>
<p><!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } -->“ <strong>Semua isi dunia ini adalah ibarat sebuah gudang dan semua orang adalah penjualnya, maka dari itu semua orang berusaha memindahkan isi pikirannya kedalam kepala orang” Arthur Brisbane</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.df.web.id/wordpress/2010/12/15/sukses-menjual-%e2%80%9c-kenali-konsumen-anda%e2%80%9d-frans-m-royan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masalah Etis Seputar Konsumen</title>
		<link>http://www.df.web.id/wordpress/2010/12/13/masalah-etis-seputar-konsumen/</link>
		<comments>http://www.df.web.id/wordpress/2010/12/13/masalah-etis-seputar-konsumen/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Dec 2010 00:34:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.df.web.id/wordpress/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[Bisnis tidak mungkin berjalan, jika tidak ada konsumen yang mengunakan produk atau jasa yang dibuat dan ditawarkan oleh bisnis. Dalam hal ini tentu saja tidak cukup, bila konsumen tampil satu kali saja pada saat bisnis dimulai. Supaya berkesinambungan , perlulah konsumen yang secara teratur memakai serta membeli produk atau jasa tersebut dan dengan demikian menjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Bisnis tidak mungkin berjalan, jika tidak ada konsumen yang mengunakan produk atau jasa yang dibuat dan ditawarkan oleh bisnis. Dalam hal ini tentu saja tidak cukup, bila konsumen tampil satu kali saja pada saat bisnis dimulai. Supaya berkesinambungan , perlulah<span style="text-decoration: underline;"><strong> konsumen yang secara teratur memakai serta membeli produk atau jasa tersebut dan dengan demikian menjadi pelanggan.</strong></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Peter Druncker, perintis teori Manajemen :peranan sentral pelanggan atau konsumen dengan menandaskan  bahwa maksud bisnis adalah bias didenifisikan secara tepat sebagai<em> to create customer.</em></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-style: normal;">Konsumen harus diperlakukan dengan baik secara moral, tidak hanya saja merupakan tuntutan etis, melainkan syarat mutlak untuk mencapai keberhasilan dalam bisnis. <span style="text-decoration: underline;"><strong>Etika dalam pratek bisnis sejalan dengan kesuksesan dalam berbisnis</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="color: #3366ff;"><strong><span style="font-style: normal;"><span style="text-decoration: none;">P</span></span></strong><span style="font-style: normal;"><strong>osisi konsumen sering kali agak lemah, mengapa bisa demikian ?</strong></span></span></p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; text-decoration: none;">Daya belinya seringkali tidak seperti diinginkan , sehingga ia tidak 	sanggup mengungkapkan preferensinya yang sesunguhnya. Apa yang pada 	kenyataan dibeli konsumen, belum tentu sama dengan apa yang 	sebenarnya ingin dibelinya.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; text-decoration: none;">Pengetahuan tentang produk atau jasa yang tersedia di pasaran kerap 	kali tidak cukup untuk mengambil keputusan yang tepat.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-style: normal;"><span style="text-decoration: none;">Konsumen 	tidak mempunyai keahlian maupun waktu untuk secara seksama 	menyelidiki tepat tidaknya mutu dan harga  dari begitu banyak produk 	yang ditawarkan.</span></span></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-style: normal;"><span style="text-decoration: none;">Oleh karena itu bisnis mempunyai</span></span><span style="font-style: normal;"><span style="text-decoration: none;"><strong> kewajiban moral untuk melindungi konsumen dan menghindari terjadinya kerugian baginya.</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; text-decoration: none;"><span style="color: #3366ff;"><strong>Perhatian untuk konsumen</strong></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; text-decoration: none;"><strong>1.Hak atas keamanan.</strong></p>
<p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; text-decoration: none;">Konsumen berhak atas produk yang aman, artinya produk yang  tidak mempunyai kelsahan teknis atau kesalahan lainnya yang bisa merugikan kesehatannya atau membahayakan hidupnya.</p>
<p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; text-decoration: none;">Bila sebuah produk karena hakikatnya selalu mengandung resiko</p>
<p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; text-decoration: none;">Contohnya: gergaji listrik-risiko itu harus dibatasi sampai tingkat seminimal mungkin.<strong> </strong></p>
<p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; text-decoration: none;"><strong>2.Hak atas informasi</strong></p>
<p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; text-decoration: none;">Konsumen berhak mengetahui segala informasi yang relevan mengenai produk yang dibelinya, baik apa sesunguhnya produk itu, maupun bagaimana caranya memakainya, maupun  juga resiko yang menyertai pemakainnya.</p>
<p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; text-decoration: none;">Contohnya pada label sebuah produk haruslah benar: isinya,beratnya,tanggal kadaluarsa, ciri-ciri khusus dan sebagainya.<strong> </strong></p>
<p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; text-decoration: none;"><strong>3.Hak untuk mendengarkan</strong></p>
<p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; text-decoration: none;">Konsumen berhak  untuk memilih pelbagai produk dan jasa yang ditawarkan. Kualitas dan harga produk bisa berbeda. Konsumen berhak untuk membandingkan, sebelum mengambil keputusan untuk membeli.<strong> </strong></p>
<p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; text-decoration: none;"><strong>4.Hak Lingkungan hidup</strong></p>
<p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; text-decoration: none;">Konsumen berhak menuntut bahwa dengan memanfatkan produk ia tidak akan mengurangi kualitas kehidupan di bumi ini. Dengan kata lain, ia berhak bahwa produk itu ramah lingkungan<strong> </strong></p>
<p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; text-decoration: none;"><strong>5.Hak konsumen untuk pendidikan</strong></p>
<p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; text-decoration: none;">Konsumen juga mempunyai hak juga untuk secara positif dididik ke arah itu. Terutama di sekolah  dan melalui media massa, masyarakat harus dipersiapkan menjadi konsumen yang kritis dan sadar  akan haknya. Dengan demikian ia sanggup memberikan sumbangan yang berarti kepada mutu kehidupan ekonomi dan mutu bisnis pada umunya.</p>
<p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; text-decoration: none;">
<p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal;"><span style="color: #3366ff;"><span style="text-decoration: underline;"><strong>Tanggung jawab bisnis untuk menyediakan produk yang aman.</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; text-decoration: none;">Dalam literatur etika bisnis amerika, topik ini disebut product liability. Dimana apakah produsen bertanggung jawab, bila produknya mengakibatkan kerugian bagi konsumen dan kalau memang begitu, apa yang menjadi dasar teoritas untuk tanggung jawab tersebut. Jadi apakah suatu produk yang baru dibeli dan dipakai, produsen maupun konsumen masing-masing mempunyai tanggung jawab.</p>
<p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; text-decoration: none;">Untuk mendasarkan tanggung jawab produsen, telah dikemukan tiga teori yang mengandung nuansa yang berbeda:<strong> </strong></p>
<p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; text-decoration: none;"><strong>1. Teori Kontrak</strong></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-style: normal;"><span style="text-decoration: none;">Hubungan antara produsen dan konsumen sebaiknya dilihat sebagai sebagai semacam kontrak dan kewajiban produsen terhadap konsumen di dasarkan atas kontrak itu. Jika konsumen membeli sebuah produk, ia seolah-olah mengadakan kontrak dengan perusahaan yang menjualnya.</span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; text-decoration: none;">Pandangan kontrak ini  sejalan dengan pepatah Romawi Kuno yang berbunyi “caveat emtor “,” hendaklah si pembeli berhati-hati”. Sebagaimana sebelunya menandatangani sebuah kontrak, kita harus membaca dengan teliti seluruh teksnya,termasuk huruf-huruf terkecil sekalipun demikian juga si pembeli dengan hati-hati harus mempelajari keadaan produk serta ciri-cirinya, sebelum dia membayar ia menjadi pemiliknya. Transaksi jual-beli harus dijalankan sesuai dengan apa yang tertera dalam kontrak itu dan hak pembeli maupun kewajiban penjual memperoleh dasarnya dari situ.<strong> </strong></p>
<p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; text-decoration: none;"><strong>2. Teori Perhatian Semestinya</strong></p>
<p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; text-decoration: none;"><span style="font-style: normal;"><span style="text-decoration: none;">Pandangan ini menyatakan bahwa konsumen selalu ada di posisi lemah, karena produsen mempunyai jauh lebih banyak pengetahuan dan pengalaman tentang produk yang tidak dimiliki oleh konsumen. Kepentingan konsumen disini dinomorsatukan. Karena Produsen berada dalam posisi yang lebih kuat dalam menilai produk , ia mempunyai kewajiban menjaga agar si konsumen tidak mengalami kerugiandari produk yang dibelinya. Produsen bertanggung jawab atas kerugian yang dialami si konsumen dengan memakai produk, walaupun tanggung jawab itu tidak tertera dalam k<span>ontrak jual-beli.</span></span></span><strong> </strong></p>
<p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; text-decoration: none;"><strong>3. Teori Biaya Sosial</strong></p>
<p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; text-decoration: none;">Teori Biaya sosial menegaskan bahwa produsen bertanggung jawab atas semua kekurangan produsen dan setiap kerugian yang dialami konsumen dalam memakai produk tersebut. Hal ini berlaku juga, jika produsen  sudah mengambil semua tindakan yang semestinya  dalam merancang serta memproduksinya produk bersangkutan  atau jika mereka sudah memperingatkan konsumen  tentang  risiko yang berkaitan  dengan pemakain produk</p>
<p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; text-decoration: none;"><strong>Kesimpulannya bahwa teori pertama dan kedua paling penting  sebagai pendasaran moral bagi tanggung jawab produsen.</strong></p>
<p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; text-decoration: none;"><span style="font-style: normal;"><span style="text-decoration: none;"><br />
</span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.df.web.id/wordpress/2010/12/13/masalah-etis-seputar-konsumen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fabled grasshopper and ant could be America and China</title>
		<link>http://www.df.web.id/wordpress/2010/12/09/fabled-grasshopper-and-ant-could-be-america-and-china/</link>
		<comments>http://www.df.web.id/wordpress/2010/12/09/fabled-grasshopper-and-ant-could-be-america-and-china/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Dec 2010 02:08:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.df.web.id/wordpress/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;THE Ant and the Grasshopper,&#8221; a fable by Aesop, provides a moral lesson about hard work and saving. During the warm months, the ant worked hard to store up food for the winter while the grasshopper sang and played. When winter arrived, the grasshopper asked the ant for food because it had none. In today&#8217; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } -->&#8220;THE Ant and the Grasshopper,&#8221; a fable by Aesop, provides a moral lesson about hard work and saving.</p>
<p>During the warm months, the ant worked hard to store up food for the winter while the grasshopper sang and played.</p>
<p>When winter arrived, the grasshopper asked the ant for food because it had none. In today&#8217; world, <strong>China is like the ant and America is like the grasshopper.<br />
</strong><br />
America tends to focus on enjoying today instead of preparing for tomorrow. This trait has led to a nation of debtors. And, like the grasshopper, our lack of savings may lead to our demise.</p>
<p>The grasshopper&#8217;s indulgence only affected its own life and not the lives of others. In America, however, that is not the case. America&#8217; indulgence will negatively affect future generations in the form of debt.</p>
<p>America&#8217; federal debt is almost US$14 trillion and rapidly rising. Yet the government is still spending more money than it collects in taxes.</p>
<p>For the 2010 budget year, it spent about US$1.3 trillion more than it collected &#8211; the second-largest deficit in American history. For the 2009 budget year, it spent roughly US$1.4 trillion more than it collected &#8211; the largest deficit in American history.</p>
<p>If we don&#8217;t pay down the federal debt, our children and grandchildren will end up paying for our excesses plus compound interest.</p>
<p>Part of the American Dream is making life better for future generations. A recent poll by Bloomberg found that a majority of Americans are not confident or are just somewhat confident their children will have better lives than they have.</p>
<p>While the American Dream is eroding, members of Congress fail to cut spending that would reduce our deficits and debt, and thus we continue to sing and play like the grasshopper.</p>
<p><strong>America used to invest in the future. From highways to high-rises, we used to build stuff that was the envy of the world. Now we mostly consume.</strong></p>
<p><strong>Meanwhile, China is busy storing up food for the winter. China tends to focus on preparing for tomorrow instead of enjoying today. This trait has led to a nation of creditors. And, like the ant, their savings will help them survive.<br />
</strong><br />
When comparing net national savings as a proportion of Gross National Income from the mid-1990s to 2005, American savings decreased from over 5 percent to nearly zero and Chinese savings increased from roughly 30 percent to almost 45 percent.</p>
<p>In Aesop&#8217;s fable, the grasshopper asked the ant for some of the food it saved but the ant refused. In the metaphor I&#8217;m using here, however, China is lending America some of its savings &#8211; with interest, of course. In fact, China is the largest foreign lender to America.</p>
<p><strong>We&#8217;ve been borrowing money from China at very low interest rates to finance our current account deficit. China&#8217;s savings helped to finance America&#8217;s debt habit</strong>.</p>
<p>China has currency reserves of US$2.5 trillion, of which roughly 70 percent are dollar-denominated. The Chinese are exposed and will lose if the purchasing power of the dollar falls and/or the price of US government bonds fall.</p>
<p>The grasshopper&#8217;s problems now threaten the ant.</p>
<p>Because America is experiencing record-high budget deficits and appears to be on an unsustainable fiscal course, the Chinese have been gradually reducing their exposure by cutting back their holdings of US Treasuries and diversifying in other nations&#8217; bonds. But it is not likely they will make dramatic reductions because they need a strong American dollar.</p>
<p>Kenneth Lieberthal, a senior fellow specializing in China at the Brookings Institution, recently said: &#8220;I don&#8217;t think we&#8217;re going to see any massive flight from China&#8217;s holdings of US debt. That would be self-defeating and they well recognize that.&#8221; However, other nations could also become nervous and reduce their holdings of US Treasuries.</p>
<p><!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } -->Sumber :</p>
<p>http://www.shanghaidaily.com/article/?id=456742&amp;type=Opinion</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.df.web.id/wordpress/2010/12/09/fabled-grasshopper-and-ant-could-be-america-and-china/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

